Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan UMKM Kota Banjar dengan sejumlah produknya dipamerkan dalam ajang Produk Unggulan Banjar Expo Porsenitas Kunci Bersama, di Taman Kota Banjar. Dari hasil pameran itu, mereka mengaku meraup omzet yang menggembirakan hingga mencapai Rp. 1 juta setiap harinya dari masing-masing UMKM.
Teten, salah satu UMKM makanan kering dan basah, mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan bisa berlangsung selama satu minggu. Meski tidak mungkin sebagaimana jadwal, ia tetap bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot melalui Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan yang telah memfasilitasi dalam Banjar Expo tersebut.
“Alhamdulillah cukup ramai dan laku, walau hari kemarin hujan. Ya dapatlah omzet sekitar 1 juta sehari. Pun demikian sama dengan pelaku UMKM lainnya omzet bagus,” kata Teten, Rabu (05/12/2018).
UMKM lainnya, Dhero, Iin, Imoy, da Ani, juga mengakui barang produk buatannya cukup laku dan mendapatkan omzet memuaskan.
“Kemarin sih hingga malam dapat sekitar Rp 1 jutaan. Alhamdulillah. Kalau bisa sih ingin seminggu pamerannya,” seloroh Dhero dengan senyum.
Sementara itu, Kabid Perdagangan DKUMKMP Kota Banjar, Mamat Rahmat, mengatakan, meski kemarin ada hujan tapi pengunjung di pameran ini cukup ramai. Sehingga, hal itu berdampak baik terhadap peserta pameran di lokasi.
Menurutnya, guna memastikan perputaran atau berkumpulnya uang di pameran ini, pihaknya tengah melakukan pendataan hasil penjualan dari para pelaku UMKM.
“Kita ingin melihat hasil rekapitulasi sebagai bentuk evaluasi agar ketahuan dampaknya penyelenggaraan pameran sejauh ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi UMKM DKUMKMP Kota Banjar, Hendra Gunawan, menambahkan, UMKM yang ikut dalam pameran tersebut terbagi beberapa produk, seperti makanan olahan kering, basah, minuman, kerajinan, konveksi atau fashion dan sebagainya.
“Semuanya laku, setiap pelaku UMKM raih omzet sekitar antara 500 ribu sampai 1,5 juta. Jadi, jika dikalkulasi perhari dari seluruh UMKM yang ikut pameran total omzet sekitar Rp.10 juta. Pembelinya memang kebanyakan para ASN, tapi warga juga banyak,” jelasnya.
Namun, dia sedikit mengherankan UMKM kadang saat didata hasil penjualan tak sepenuhnya menjawab seutuhnya.
“Seolah ada rasa keraguan UMKM menjawabnya. Padahal, kami ini hanya bentuk evaluasi saja untuk melihat dampak kegiatan pameran ini. Jelas kami akan tetap membantu dan memfasilitasi UMKM demi kemajuan dan perkembangannya,” ujarnya. (Nanks/R6/HR-Online)