Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Masyarakat penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran nengeluhkan kualitas beras yang kurang bagus. Diketahui, pada pada dua bulan pertama mereka merasa puas, namun pembagian di bulan ketiga justru beras bau dan berkutu.
Salah seorang penerima manfaat BPNT, Amir, mengatakan, beras yang diterima bulan ini aromanya bau dan banyak kutunya, meskipun setelah dimasak rasanya sama dengan beras yang diterima bulan kedua dan pertama.
“Untuk bulan berikutnya saya berharap pemerintah memberikan beras yang bagus dan sesuai dengan harga,” pungkasnya.
Sementara itu, Anton Rahanto, tokoh masyarakat Kabupaten Pangandaran, mengatakan, bahwa program BPNT itu baik jika pengelolaan serta pengawasan baik sampai ke tataran bawah.
“Memeng ironis ketika hari ini mendengar keluhan dari masyarakat mengenai beras yang kurang baik, sementara menurut informasi berasnya berasal dari Cianjur. Yang jadi pertanyaan saya, apa tidak ada di wilayah Kabupaten Pangandaran beras yang kualitasnya bagus?,” tegas Anton.
Anton menyarankan, sesuai Juknis penyaluran BPNT, bisa dikelola oleh warung desa. Padahal, di tiap desa memiliki badan usaha milik desa (Bumdes). Apabila pengelolaan dan penyaluran BPNT bisa dilakukan oleh lembaga, kata Anton, maka kejadian beras bau dan berkutu seperti saat ini bisa diminimalisir.
“Penyedia barang ataupun pemasok andaikan dikelola oleh lembaga yang sesuai dengan aturan, maka bisa jadi dapat menghidupkan perekonomian wilayah. Seharusnya pemerintah membuka mata dan segera menyelesaikan agar persoalan ini tidak kembali terulang serta sesuai pedoman BPNT 2018 dan mPeraturan Dirjen penanganan fakir miskin No 06/4/PER/HK.01/08/2018,” pungkasnya. (Cen9/R6/HR-Online)