Lebih lanjut, Yuli menjelaskan, setelah semua administrasi diurus, akhirnya sang kakak ditangani RSUD. Namun, karena minim peralatan medis, RSUD menyarankan pasien dibawa ke salah satu rumah sakit di Tasikmalaya.
“Atas saran pihak RSUD Ciamis, kami setuju. Sekitar pukul 20.00 WIB, pihak RSUD merujuk pasien ke RS di Tasikmalaya. Ditemani polisi dan perawat RSUD, kami pun pergi ke Tasikmalaya. Sayang RS yang dituju, justru menolak dengan alasan RSUD Ciamis tidak berkordinasi terlebih dahulu,” katanya.
Selain masalah kordinasi, kata Yuli, RS pertama yang dituju juga beralasan dokter spesialis sedang tidak ada di tempat sampai 25 Desember. Pasien kemudian dibawa ke dua rumah sakit lain di Tasikmalaya. Penolakan kembali terjadi dengan alasan hampir sama, termasuk soal minimnya peralatan.
“Karena sudah cape terus ditolak, kami memohon ke RSUD Tasikmalaya untuk menghubungi RS yang memiliki peralatan (medis) lengkap. Kami pun diarahkan ke RS Siaga Medika Banyumas. Pukul 00.00 WIB, kami pun berangkat ke Banyumas,” katanya.
Pada kesempatan itu, Yuli juga mengaku ingin menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan RSUD Ciamis. Selain soal lambannya mengambil tindakan, juga soal kesalahan dalam memberikan rumah sakit rujukan.