Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Galuh (Prodi PJKR FKIP Unigal), bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga Nasional Tingkat Pemula.
Kegiatan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga tersebut dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (07-09/12/2018), bertempat di Auditorium Kampus Unigal. Sejumlah pakar dan narasumber berkompeten dihadirkan penyelenggara untuk mengisi acara tersebut.
Ketua Prodi PJKR FKIP Unigal, Andang Rohendi, S.Pd.,M.Pd, ketika ditemui HR Online, membenarkan kegiatan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga Nasional Tingkat Pemula yang diselenggarakan pihaknya.
Andang menyebutkan, acara Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga itu dihadiri sekitar 500 orang peserta. Terdiri dari pelatih dan instruktur olahraga, guru olahraga, anggota dan pengurus ikatan guru olahraga (Igora), anggota dan pengurus sejumlah cabang olahraga (Cabor), mahasiswa serta stakeholder bidang olahraga yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.
Pada kesempatan itu, Andang mengungkapkan, pihaknya menghadirkan lima orang narasumber atau pakar olahraga. Diantaranya Dr. Adang Sudrazat, M.Si., dengan materi “Filosofi Olahraga”, Dr. Dian Budiana, M.Pd., dengan materi “Implementasi Permenpora No. 21 Tahun 2017”, Dr. Mulyana, M.Pd., dengan materi “Pengantar Ilmu Kepelatihan”, Prof. Dr. Yudha M Saputra, M.Ed., dengan materi “Falsafah pelatihan Pendidikan Karakter dan Manajemen Perubahan Prilaku” dan Prof. Danu Hoedaya, Ph.D., dengan materi “Perencanaan Pelatihan dan Motivasi Olahraga”.
Andang berharap, kegiatan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga tersebut memberikan dampak positif, khususnya bagi praktisi, pelatih dan instruktur, dan umumnya bagi dunia olahraga di masing-masing daerah asal peserta.
Selain itu, Andang menambahkan, pihaknya akan mengupayakan program Pelatihan bagi Pelatih dan Instruktur Olahraga tersebut berjalan secara berkesinambungan. Dengan kata lain, program kegiatan pelatihan itu tidak hanya sebatas sampai pada satu kali pertemuan saja.
“Mudah-mudahan tidak hanya sekarang saja, tapi bisa terus dilaksanakan secara kontinyu. Karena saat ini dunia olahraga di daerah juga memerlukan porsi perhatian lebih, untuk mencetak generasi unggul,” katanya.
Koko Komarudin, guru olahraga dari lingkungan Kementrian Agama (Kemenag), mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga tersebut. Dari kegiatan itu, dia mengaku mendapatkan informasi dan wawasan baru mengenai kondisi pembinaan dunia keolahragaan saat ini.
Menurut Koko, kegiatan Pelatihan Pelatih dan Instruktur Olahraga harus terus digalakkan untuk menunjang pembinaan olahraga di lapangan. Dia berharap, Kemenpora tidak berhenti memfasilitasi Pelatih dan Instruktur Olahraga untuk terus meningkatkan kompetensi diri.
“Karena dengan itu, kualitas pembinaan olahraga ke tingkat bawah, khususnya pada peserta didik, akan mengalami peningkatan,” katanya.
(Deni/R4/HR-Online)