Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Makam panjang Syekh Abdul Satari yang berlokasi di kawasan Gunung Sembul, Dusun Palasari, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, beberapa waktu terakhir ini ramai diperbincangkan warga.
Pasalnya, warga percaya jika ada pejiarah yang datang membawa kayu dua meter, dan sepulang dari makam kayu itu bertambah panjang satu jengkal, maka kayu itu bisa dijadikan jimat.
Kepala Desa Nasol, Oman Hidayat, S.Ip, ketika ditemui Koran HR, Senin (03/12/2018), mengungkapkan, Syekh Abdul Satari merupakan penyebar agama islam keturunan Syarif Hidayatullah.
Oman menjelaskan, dari cerita turun-temurun bahwa sepanjang Cirebon-Bandung merupakan tempat beliau menyebarkan agama Islam. Perjalanan dakwah mulia Syekh Abdul berakhir dikarenakan beliau sakit dan wafat.
“Makam ini dari dahulu tidak pernah diubah, masih selayaknya makam zaman dahulu, menggunakan batu sebagai pembatasnya. Dari Desa Nasol, makam ini berjarak sekitar 3 kilometer,” katanya.
Diakui Oman, sampai sekarang banyak peziarah dari luar Ciamis yang datang ke makam Syekh Abdul. Terkait mitos kayu yang dibawa peziaran bisa memanjang, Oman mengembalikan persoalan itu kepada masing-masing.
“Hanya saja, kita harus tahu bahwa menduakan tuhan atas nama apapun adalah dosa besar. Maka salah rasanya apabila kita menyalahgunakan kesucian makam ini untuk keperluan duniawi. Kepercayaan akan pemikiran masyarakat mengenai hal mistis ini membuat saya merasa khawatir, karena takut masyarakat tertipu oleh pemikirannya sendiri,” katanya. (Fahmi/Koran HR)