Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Koko Komarudin, seorang seniman yang juga pemilik Saung Angklung Mang Koko di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terbilang kreatif. Pasalnya, ia mengubah limbah kayu menjadi barang-barang berharga seperti halnya souvenir antik.
Diketahui, souvenir buatan Mang Koko ini memiliki banyak pilihan, mulai dari jenis Angklung yang berbahan bambu, maupun barang lainnya seperti patung biawak, kucing, suling, gantungan kunci hingga kaca mata yang mana berbahan dari limbah kayu.
“Soal harga tentu relatif, sesuai dengan ukuran, tingkat kesulitan serta lainnya. Barang-barang saya dijual mulai harga Rp 5 ribu untuk gantungan kunci, miniatur golo Rp 25 ribu, kacamata sekitar Rp 450 ribu, tikar kayu sonokeling kisaran harga Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu per satu meter,” terang Koko, Selasa (18/12/2018).
Saat disinggu soal omset tiap bulannya, Koko mengaku mampu meraup keuntungan hingga Rp 20 juta. Biasanya, kata Koko, yang beli dari luar Pangandaran berasal dari Jakarta, Kalimantan, Bandung, bahkan barangnya seperti Kacamata dan Piring Steak masuk ke negeri gingseng, Korea.
“Kalau angklung maupun gantungan kunci didominasi oleh anak-anak sekolah serta dinas yang ada di Pangandaran. Selain mencari keuntungan, saya juga membuka kesempatan yang ingin bekerja, terutama para seniman yang ingin mengekspresikan kreatifitasnya yang terpendam,” ujar Koko.
Selain memiliki tempat sendiri, Koko juga mengaku kerap mengikuti pameran, seperti di Jakarta, Tangerang, Bandung sertya daerah lainnya. (Ntang/Koran HR)