Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ratusan petani di Ciamis yang tepatnya di Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Pasalnya, hujan yang tak kunjung turun membuat areal pesawahan mereka nyaris kering, padahal sudah masuk musim tanam.
Pantauan HR Online di lapangan, sawah di desa tersebut tampak kering lantaran hujan tak kunjung turun. Sawah yang tampak sudah diolah petani pun kembali kering dan benih padi yang sudah siap ditanam pun semakin menua di persemaian.
Ketua Kelompok Tani Sri Rahayu 1, Suparman, mengatakan, guna mengantisipasi kondisi tersebut para petani Ciamis ini terpaksa menerjunkan pompa air untuk mengambil air dari sungai.
“Karena curah hujan kini menghilang lagi, maka kami sepakat dan terpaksa harus menurunkan pompa air. Hal ini kami lakukan untuk mencoba keberuntungan dan menyelamatkan lahan dari ancaman kekeringan,” kata Suparman, Senin (31/12/2018).
Suparman menjelaskan, bahwa lahan di desanya tersebut yang sudah siap ditanami justru mongering, sedangkan benih yang siap ditanam justru menua di persemaian. Karena itu, pihaknya langsung berinisiatif menggunakan pompa air meski membutuhkan biaya yang lebih banyak.
“Saat ini kami menerjunkan dua mesin yang berlokasi di Dusun ciporoan. Kami akan memanfaatkan air sungai Ciseel untuk kita sedot,” katanya.
Kepala Desa Sidaharja, Haris Munandar, membenarkan jika para petani di wilayahnya saat ini tengah mengalami masalah kekeringan lahan pesawahan. Berdasarkan hasil kesepakatan dalam musyawarah, petani sepakat untuk menurunkan mesin penyedot air.
“Mudah mudahan saja upaya petani bisa berhasil meski harus keluar modal lagi. di Desa Sidaharja saat ini tercatat ada 48 hektar area pesawahan yang sudah mengalami kekeringan, belum area peswahan tetangga desa lainnya yang mencapai ratusan hektar sawah, dan saat ini juga sudah dilanda kekeringan,” katanya. (Suherman/R6/HR-Online)