Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Menyusul masih banyak perlintasan kereta api tak berpintu di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dan sebelumnya terjadi beberapa kali kecelakaan serta memakan korban, membuat Dinas Perhubungan setempat melakukan terobosan dengan melakukan pemasangan alat Early Warning (rambu peringatan dini).
Alat Early Warning ini diklaim baru pertama kali dipasang di Ciamis. Jika dilihat dari bentuk, alat ini mirip seperti traffic light atau stopan lampu merah yang sering ditemui di perempatan jalan raya. Namun cara kerjanya berbeda. Alat ini lebih canggih. Karena menggunakan timer dan terdapat detektor untuk mendeteksi kereta api pada jarak sekitar 500 meter sebelum melintas ke perlintasan.
Apabila kereta sudah mendekat di jarak 500 meter sebelum perlintasan, maka akan mengirim pesan ke pusat kontrol. Kemudian secara otomatis lampu berwarna kuning berubah menjadi merah. Ketika lampu berwarna merah menyala, tandanya kendaraan yang akan melintas ke perlintasan kereta api harus berhenti karena akan ada kereta lewat.
Untuk mengantisipasi ada pengendara yang tidak melihat tanda lampu, pada alat itupun dilengkapi sirine dan suara rekaman yang meminta pengendara berhenti. Apabila kereta api sudah lewat, secara otomatis sirine berhenti dan lampu kembali berwarna kuning menandakan pengendara tetap berhati-hati.
“Di wilayah Kabupaten Ciamis masih banyak perlintasan kereta api tak pintu dan beberapa kali sering terjadi kecelakaan. Makanya, kami berinisiatif memasang alat ini guna meminimalisir angka kecelakaan,” ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Achmad Yani, Minggu (02/12/2018).
Namun begitu, lanjut Yani, saat ini masih dalam tahap ujicoba. Pihaknya, kata dia, baru memasang alat tersebut di perlintasan kereta api di daerah Kelurahan Benteng, Kecamatan Ciamis.
“Tahun ini baru satu titik yang dipasang, karena baru ujicoba. Tapi pada tahun 2019 alat ini akan dipasang lagi di tiga titik lainnya di wilayah Kecamatan Ciamis. Apabila alat ini manfaatnya dirasakan besar, kami berencana akan memasang secara bertahap di seluruh perlintasan kereta api di wilayah Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Yani mengklaim bahwa alat Early Warning ini baru ada di Ciamis. Alat ini, kata dia, merupakan inisiatif Dinas Perhubungan menyusul masih banyaknya perlintasan kereta api tak berpintu di wilayah Kabupaten Ciamis.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Eddy Yulianto, mengatakan, untuk pemasangan alat ini per titiknya membutuhkan anggaran sebesar Rp. 100 juta. Harga sebesar itu, menurutnya, terbilang sangat murah apabila dibanding dengan harus membangun pintu perlintasan atau jembatan play over yang biayanya membutuhkan anggaran hingga miliran rupiah.
“Tahun 2019 kita sudah menyediakan anggaran sebesar Rp. 300 juta untuk membeli 3 set alat Eerly Warning. Kita coba lihat nanti hasilnya. Apabila dirasakan bermanfaat, maka kami akan terus memasang alat ini secara bertahap di beberapa perlintasan kereta api lainnya,” ujarnya. (Her2/R2/HR-Online)