Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Diduga akibat korsleting listrik, satu bangunan ruang kelas di SDN 5 Maleber Ciamis, tepatnya di Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan terbakar, Kamis (06/12/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Beruntung, api yang sudah melalap atap dan isi ruangan berhasil dipadamkan hingga tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan.
Kepala SDN 5 Maleber Ciamis, Iat Rohmat, mengatakan, kebakaran terjadi saat aktivitas sekolah sudah selesai dan semua siswa sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Menurutnya, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang tinggal di dekat sekolah. Waktu itu warga melihat ada kupalan asap yang datang dari dalam ruangan kelas.
“Warga yang melihat ada kupalan asap langsung berteriak memberitahu warga lainnya. Setelah warga berdatangan, langsung melakukan pemadaman api dengan alat seadanya,” ujarnya.
Beruntung, kata Iat, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan. Hanya saja, satu lemari penyimpan buku dan beberapa kursi dan meja belajar turut terbakar. “Untung saja, saat api mulai membesar keburu diketahui oleh warga. Kalau tidak, mungkin seluruh bangunan sudah hangus terbakar,” ujarnya.
Menurut Iat, sebelum terjadi kebakaran, memang listrik di ruangan kelas tersebut sering mengalami konslet. Bahkan, sudah hampir tiga kali diperbaiki oleh petugas PLN.
“Saat diperbaiki terakhir, petugas PLN bilang katanya penyebab konslet dari sikring. Tapi waktu itu sikringnya tidak ganti, karena petugas PLN tidak membawa cadangan sikring. Dan petugas PLN berjanji akan datang lagi membawa sikring baru. Namun, sampai saat ini petugas PLN tidak datang lagi ke sini,” ujarnya.
Akibat kebakaran ini, lanjut Iat, sekolahnya mengalami kerugian diperkirakan sekitar Rp. 40 juta dengan kerusakan atap bangunan, kusen, lemari penyimpan buku dan beberapa meja serta kursi belajar.
“Bangunan kelas ini merupakan tempat belajar siswa kelas 3. Dan untuk sementara aktivitas belajar siswa kelas 3 akan dipindahkan ke ruangan perpustakaan. Kami pun berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk rehab bangunan agar aktivitas belajar bisa normal kembali,” pungkasnya. (Fahmi/R2/HR-Online)