Berita Ciamis (harapanrakyat.com),-Pemerintah Desa Mekarbuana, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menyiapkan jalur evakuasi untuk mengantisipasi kembali terjadinya bencana longsor dan pegerakan tanah yang selalu menghantui warga setempat. Jalur evakuasi tersebut disiapkan di wilayah rawan longsor, tepatnya di Dusun Kalapa.
Oyo, warga Dusun Kalapa, menuturkan, paska longsor tahun 2017 lalu, warga Dusun Kalapa merasa dihantui dan selalu khawati bencana longsor kembali terjadi.
“Soalnya, tanah di wilayah Dusun Kalapa sangat labil. Pada tahun 2017, sekitar 11 rumah warga tertimbun longsor. Satu rumah terpaksa pindah karena rusak,” katanya.
Warga lainnya, Ucu, mengungkapkan, setiap kali turun hujan, dia merasa was-was. Apalagi jika hujan turun di malam hari. Menurut dia, tanah di Blok Dusun Kalapa sangat rawan bencana longsor.
“Walaupun sudah ada jalur evakuasi, tetap saja rasa takut selalu datang,” katanya.
Kaur Ekbang Desa Mekarbuana, Anda lesmana, menjelaskan, pembuatan jalur evakuasi tersebut untuk mengantisipasi agar masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor terbebas dari bahaya manakala bencana kembali terjadi.
“Pemerintah melakukan pemetaaan jalur evakuasi yang paling efektif dari zona rawan longsor. Selain itu, juga menentukan kantong evakuasi dan mengarahkannya ke daerah aman sesuai dengan perkiraan jumlah orang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarbuana, Amin, membenarkan, pihaknya menyiapkan jalur evakuasi paska bencana longsor terjadi tahun 2017 lalu.
Menurut Amin, jalur evakuasi ini merupakan jalur khusus yang menghubungkan semua wilayah ke area aman (titik kumpul). Upaya tersebut sangatlah penting untuk mengevakuasi warga ke tempat aman apabila terjadi bencana.
“Jalur ini bisa dilalui dengan baik dan cepat, bisa memuat dua kendaraan, sehingga apabila saling berpapasan tidak menghalangi proses evakuasi. Dalam penentuan jalur evakuasi, juga disepakati titik kumpul yang aksesnya mudah dan luas.
Untuk di Desa Mekarbuana, tempat evakuasi yang dianggap sebagai area aman disiapkan di Baranangsiang,” katanya. (dji/Koran-HR)