Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Hanya belajar dari internet, Dadi Rusyadi, warga Dusun Tonggoh, Desa Sadananya, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berhasil mengembangkan budidaya maggot hingga menjadi ladang mencari uang. Belatung Maggot yang memiliki nama latin black solder fly ini dijual untuk makanan ternak lele, ikan, burung dan ayam.
Dadi yang bekerja sebagai guru di salah satu SMK di Kabupaten Ciamis ini membudidayakan belatung magot dengan modal memanfaatkan sampah organik yang dibuang oleh warga sekitar. Sampah tersebut kemudian dibuat sebagai media budidaya belatung.
Dadi belajar budidaya belatung maggot ternyata mencari referensinya dari internet. Setelah paham mengenai tata caranya, kemudian dia mempraktekkan hingga akhirnya berhasil membudidayakan maggot. Usaha yang dikelolanya pun kini sudah berjalan sekitar 5 bulan. Setelah ditekuni, usaha ini ternyata menguntungkan.
“Saat mengurus belatung agar menjadikan maggot butuh kehati-hatian dan kesabaran. Terutama saat memberikan pakannya. Belatung ini cukup diberi buah-buahan dan daun yang sudah membusuk,” ujar Dadi saat ditemui Koran HR, belum lama ini.
Setelah belatung sudah membesar dan siap menjadi pakan ternak, lanjut Dadi, kemudian dikemas untuk siap jual. Menurutnya, maggot sangat bagus untuk pakan lele dan ikan. Karena kandungan proteinnya lebih besar dibanding dengan pakan yang diolah secara pabrikan. “Bedanya juga mencapai 50 persen. Sehingga ikan atau lele cepat besarnya,” ujarnya.
Dadi mengatakan, budiaya maggot tak hanya menghasilkan pakan ternak saja, tetapi bekas medianya juga bisa dijadikan pupuk organik. “Kalau dijadikan pupuk, sangat bagus sekali. Kandungan protein yang tercampur dalam media pengembangbiakkan maggot bagus untuk menyuburkan tanah, sehingga tanamannya cepat besar,” katanya.
Menurut Dadi, pesanan belatung Maggot saat ini sedang tinggi. Sampai-sampai dirinya pun kewalahan memenuhi pesanan dari pelanggan. Dia mengatakan, hasil dari pengembangbiakkan maggot yang ditekuninya hanya bisa mencukupi pesanan dari wilayah Kecamatan Sadananya saja.
“Yang pesan dari luar daerah kecamatan sudah banyak, tapi saya belum sanggup untuk memenuhinya. Faktor permodalan pun menjadi kendala untuk menambah hasil produksi,” ujarnya.
Dadi pun berharap ada perhatian dari Pemkab Ciamis untuk memberikan permodalan dan pembinaan kepada peternak budidaya maggot.
“Usaha ini cukup menjanjikan. Kalau Pemkab membina dan membantu permodalan peternak maggot, mungkin usaha kami bisa lebih maju. Bahkan, kami juga bisa memberikan pelatihan kepada masyarakat lain yang tertarik terjun ke usaha ini. Artinya, usaha budidaya maggot bisa menjadi ladang usaha masyarakat yang menguntungkan,” ujarnya. (Fahmi/Koran HR)