Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Ketua Divisi Pencegaha Pengawasan Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Ciamis, Jajang Miftahudin, menyatakan, kesuksesan Pemilu bukan hanya karena faktor penyelenggara semata.
Menurut Jajang, semua komponen dan elemen yang ada di masyarakat, mulai dari pemuda, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum harus bahu-membahu dan berperan aktif mewujudkan Pemilu yang damai.
Jajang mengatakan, Pemilu bersih harus berjalan sesuai dengan etika, regulasi dan rambu-rambu perundang-undangan yang berlaku, untuk menjaga pemilu yang berkualitas tanpa Black Campaign, Negative Campaign dan lain-lain.
Masyarakat sebagai bagaian dari warga negara, kata Jajang, dapat mendorong filterisasi demokrasi yang berkualitas, melalui peran aktif pengawasan. Karena bila Pemilu berkualitas tercapai, maka hasil yang akan didapat ialah terpilihnya pemimpim yang berkualitas.
Lebih lanjut, Jajang menegaskan, Bawaslu Kabupaten Ciamis mempunyai peranan yang penting dalam rangka pengawasan, serta mengawal pelaksanaan Pemilu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Secara umum, menurut Jajang, pengawasan Pemilu bukan hanya oleh Bawaslu saja, melainkan seluruh elemen masyarakat harus ikut serta dalam mengawasi dan mengawal penyelengaraannya, demi terwujudnya Pemilu demokratis dan berintegritas.
“Fungsi Bawaslu salah-satunya melakukan pengawasan tahapan dan pencegahan pelanggaran Pemilu. Fungsi Bawaslu yang strategis dan signifikan, yakni bagaimana menghindari potensi pelanggaran Pemilu muncul dengan menjalankan strategi pencegahan yang optimal,” katanya.
Jajang menambahkan, penyelenggara, peserta dan pemilih harus bersepakat untuk menjaga integritas agar menghasilkan output Pemilu yang berkualitas. Semua sumber daya yang berada di Bawaslu tentu akan sekuat tenaga melakukan pencegahan, penindakan serta peningkatan partisipasi warga masyarakat dalam pengawasan Pemilu.
“Oleh karena itu, kami membuka pintu kantor kami bagi masyarakat yang ingin berdiskusi soal pengawasan Pemilu. Kantor kami terbilang mudah dan dekat dengan pusat kota,” ujarnya.
Diskusi terkait Pemilu tidaklah harus dalam suasana formal. Karena biasanya, justru informasi penting muncul dari situasi yang tidak formal. Pihaknya berharap, Pemilu 2019 berkualitas dan partisipasinya meningkat.
Abdul Saep, mahasiswa Universitas Galuh, ketika dimintai tanggapan, mengatakan, secara umum pengawasan Pemilu bukan hanya dilakukan oleh Bawaslu saja, melainkan seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan ikut serta dalam mengawasi dan mengawalnya.
“Proses dan tahapan pemilu yang sudah diagendakan oleh penyelenggara harus diawasi bersama-sama,” katanya. (Heri/Koran HR)