Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Dicky Jong, mengatakan, selain bersyukur bisa meraih kemenangan atas AS Abadi Pekanbaru dengan skor telak 4-1 dan sekaligus menghantarkan Laskar Galuh lolos ke babak 16 besar, pihaknya pun memuji penampilan anak-anak asuhannya yang mendominasi permainan sepanjang laga. Sementara pada babak 16 besar yang digelar 8 Desember mendatang, PSGC Ciamis kembali jadi tuan rumah menghadapi Solok FC.
Pada laga tersebut, PSGC Ciamis berhasil melibas AS Abadi FC Pekanbaru dengan skor telak 4-1, pada lanjutan babak 32 besar grup A Liga 3 Nasional, di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (02/12/2018) sore. Gol PSGC dicetak oleh Eka Putra (10) dan (17), Aldi Imron (23), Ganjar Kurniawan (75). Sementara gol AS Abadi dicetak Sadam Hamdani (48).
Berita Terkait: Libas AS Abadi Pekanbaru 4-1, PSGC Ciamis Lolos ke Babak 16 Besar
“Mungkin ini permainan terbaik kami pada babak 32 besar. Sepanjang laga kami bisa mendominasi permainan. Kami pun diuntungkan oleh strategi pelatih AS Abadi yang menurunkan pemain lapis keduanya. Karena AS Abadi sudah lebih dulu memastikan lolos ke babak 16 besar,” ujarnya, saat menggelar konferensi pers, usai laga.
Namun begitu, kata Dicky, dirinya pun memuji pemain lapis kedua AS Abadi yang bermain dengan militansi tinggi hingga pemain PSGC tak mudah memenangkan laga ini. “Meski yang diturunkan didominasi pemain lapis kedua, namun AS Abadi tetap luar biasa. Pemain belakang mereka beberapa kali mematahkan serangan pemain kami,” ujarnya.
Dicky juga mengatakan dengan kemenangan ini membuat PSGC menjadi juara grup A dan sekaligus berhak menjadi tuan rumah laga 16 besar melawan Solok FC pada 8 Desember mendatang.
“Kami tak hanya lolos, tetapi juga sebagai juara grup. Kami pun bersyukur PSGC Ciamis kembali jadi tuan rumah. Karena berdasarkan regulasi Liga 3 bahwa juara grup pada babak 32 besar berhak menjadi tuan rumah pada babak 16 besar. Mudah-mudahan kami kembali lolos ke babak 8 besar,” ujarnya.
Menurut Dicky, pada laga krusial melawan AS Abadi, pelatih Heri Rafni Kotari mengubah startegi lebih menyerang dengan memasang dua striker atau formasi 4-4-2. “Pada laga krusial ini memang harus memutar otak karena dituntut menang jika ingin lolos ke babak 16 besar. Makanya, strategi permainan pun keluar dari pakem biasanya karena ingin tampil lebih menyerang,” ujarnya.
Dicky mengatakan pihaknya sangat mewaspadai permainan AS Abadi yang dimana pada dua laga sebelumnya berakhir dengan kemenangan. “Kami menilai AS Abadi lawan terkuat pada babak 32 besar. Makanya, harus ada perubahan strategi dan kami berusaha untuk unggul lebih dulu. Alhamdulilah, strategi yang kami intruksikan kepada pemain, berjalan dengan baik dan berhasil memenangkan pertandingan,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Pelatih AS Abadi Pekanbaru, M. Subra, mengatakan, meski timnya kalah pada laga terakhir melawan PSGC, namun sebelumnya sudah memastikan lolos ke babak 16 besar.
“Laga tadi sangat memberikan pelajaran berharga bagi kami untuk melakukan evaluasi dalam rangka persiapan menghadapi babak 16 besar melawan PSCS Cilacap. Mudah-mudahan kesalahan yang terjadi pada laga tadi tidak terulang pada laga mendatang. Kami menargetkan kemenangan lawan PSCS dan sekaligus lolos ke babak 8 besar,” pungkasnya. (Fahmi/R2/HR-Online)