Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sejumlah ulama, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren yang tergabung dalam forum ajengan muda Kabupaten Pangandaran menggagas Gerakan Balad Mengaji (GBM). Gerakan tersebut dalam rangkan menghidupkan kembali persahabatan antar elemen yang ada di Pangandaran. Mereka menggelar deklarasi di Madrasah Al-Jihad yang berada di Dusun Karanggedang, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.
Koordinator Gerakan Balad Mengaji (GBM) Pangandaran, Ahmad Ramdani, mengatakan, deklarasi ini sebagai bentuk semangat yang muncul untuk merespon perkembangan situasi sosial belakangan yang semakin diwarnai oleh pengelompokan-pengelompokan, saling hujat, saling melecehkan, ujaran kebencian, serta penyebaran hoax yang semakin marak.
“Ini dalam rangka dakwah melalui harokah atau gerakan nyata menolak kelompok radikalisme dan sikap intoleransi di Pangandaran,” jelas Ahmad Ramdani kepada HR Online, Selasa (25/12/2018).
Ahmad Ramdani menambahkan, pihaknya menilai situasi semacam itu telah melunturkan nilai-nilai “ke-balad-an”, yaitu persaudaraan, pertemanan, keakraban, kebersamaan, toleransi, dan nilai-nilai yang memperkuat keutuhan bangsa.
“Kami bersepakat mencanangkan GBM, yakni gerakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan diskusi agama terfokus, musyawarah kebangsaan, doa dan dzikir bersama, silaturahmi, dan pengajian keliling dari kampung ke kampung dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya lagi.
Masih menurut Ahmad Ramdani, kebanyakan dari para penggagas GBM adalah tokoh-tokoh yang biasa dibilang sebagai Ajengan Kampung yang kurang dikenal oleh masyarakat secara luas, namun para ajengan muda ini memiliki pengaruh cukup baik di sekitar mereka tinggal.
“Kesamaan pandangan mengenai situasi aktual masyarakat itulah yang mendorong kami menggagas nilai kebaladan, yakni persaudaraan, pertemanan, keakraban, kebersamaan, toleransi, yang akan memperkuat keutuhan bangsa ditengah masyarakat saat ini,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)