Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Jaringan irigasi desa di Blok Dusun Sukamanah, Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, tidak berfungsi dengan baik. Kondisi itu terjadi sejak bencana longsor yang melanda tujuh tahun silam.
Selama ini, warga mengandalkan pasokan air melalui pipa paralon berukuran kecil. Menghadapi kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan program jaringan irigasi desa (jides).
Maman, petani Dusun Sukamanah, ketika dimintai tanggapan, berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis turun tangan memperbaiki sistem dan fasilitas pengairan di wilayah tersebut.
“Dulu saat (jaringan) masih normal, sawah dan kolam warga bisa terairi. Sekarang, banyak sawah dan kolam yang kekeringan akibat pasokan air berkurang,” katanya.
Kaur Ekbang Desa Sindangsari, Didin, ketika ditemui Koran HR, belum lama ini, membenarkan, akibat bencana longsor jaringan irigasi di wilayah tersebut tidak berfungsi dengan baik.
Didin menjelaskan, panjang jaringan irigasi atau saluran yang tidak berfungsi baik akibat longsor itu mencapai 500 meter. Diakui pihaknya, longsor terjadi akibat kondisi tanah labil.
“Karena tanahnya labil, jaringan irigasinya harus dibangun dengan menggunakan sistem cor talang gedong,” katanya.
Kepala Desa Sindangsari, Mimin Hidayat, ketika ditemui Koran HR di ruang kerjanya, membenarkan kondisi saluran irigasi yang kini tidak berfungsi seperti sedia kala. Untuk mengantisipasi agar air tetap mengalir, pihaknya telah melakukan upaya dengan menyediakan talang pipa.
Mengingat sering terjadi adanya kebocoran dan mampet, Mimin berharap jaringan irigasi tersebut segera diperbaiki atau dibangun. Hanya saja, pihaknya masih terkendala dengan biaya.
“Mudah-mudahan saja Pemerintah Kabupaten Ciamis secepatnya melihat keberadaan jaringan irigasi yang sudah tidak normal ini dan secepatnya diperbaiki,” katanya. (Dji/Koran HR)