Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Muhammad Faraz (12), pelajar SMPN 2 Kalipucang yang juga warga Dusun Majingklak RT 01/RW 06 Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di pantai Palatar Agung, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (01/11/2018) sekitar pukul 10.00 WIB, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.
Korban ditemukan pada Jum’at (02/11/2018) sekitar pukul 09.05 WIB, di perairan laut atau sekitar 1 km dari lokasi kejadian. Hal itu setelah tim gabungan dari Basarnas, Pos SAR Tasikmalaya, Tagana Kabupaten Pangandaran, SAR MTA, Potensi SAR Majingklak, Potensi SAR Pangandaran, TNI Angkatan Laut Pangandaran, Satpolair Polres Ciamis, Lifeguard/Balawista, SAR Kabupaten Pangandaran, dan warga sekitar, melakukan pencarian dari sejak kemarin.
Koordinator Pos SAR Tasikmalaya, yang ikut dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Palatar Agung, Erwin Syafrudin, mengatakan, setelah hingga kemarin petang kami melakukan pencarian dan dilanjutkan kembali mulai dari tadi pagi, akhirnya korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Kondisi gelombang ombak yang cukup tinggi di Pantai Palatar Agung, memang menyulitkan kami melakukan pencarian. Tetapi setelah tim gabungan terus bekerja keras melakukan pencarian, akhirnya korban berhasil ditemukan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pencarian korban,” ujarnya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun di lapangan, korban tenggelam saat tengah berenang bersama teman-temannya di Pantai Palatar Agung pada Kamis (01/11/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban yang tengah mengikuti kegiatan belajar di sekolah, mengikuti mata pelajaran olahraga yang bertempat di luar halaman sekolah.
Setelah mata pelajaran olahraga berakhir, korban bersama teman-temannya berenang di sekitar bibir pantai yang saat itu kondisi air pantai sedang surut menuju pasang. Setelah 5 menit berenang, korban tiba-tiba terbawa arus. Temannya sempat menolong korban. Namun, upaya temannya tidak membuahkan hasil.
Kemudian temannya melaporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah. Dan pihak sekolah langsung melaporkan ke pihak berwajib. Sebelum tim gabungan turun ke lokasi, pihak sekolah sempat melakukan pencarian korban selama dua jam. Namun upaya itu tidak berhasil. Karena korban sudah tenggelam dan terseret ke tengah laut. (Mad/R2/HR-Online)