Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Hujan yang mengguyur wilayah Kota Banjar dan sekitarnya pada Senin sore (26/11/2018), mengakibatkan debit air Sungai Citanduy meningkat. Kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS), khususnya warga Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, merasa was-was dan khawatir akan datangnya banjir. Apalagi bantaran Sungai Citanduy terus mengalami abrasi.
Andi (37), salah seorang warga Parungsari, mengatakan, melihat kondisi permukaan air Sungai Citanduy yang saat ini terus meninggi, ia bersama warga lainnya pun mengkhawatirkan tanggul jebol.
“Kami warga di sini tentu sangat khawatir tanggul jebol karena volume air Citanduy terus meninggi, dan hal itu bikin kami merasa tidak tenang,” ungkap Andi, kepada Koran HR, saat dijumpai Selasa (27/11/2018).
Kekhawatiran pun dirasakan Nadi (37), warga Parungsari lainnya. Menurut dia, selain tingginya volume air Citanduy, juga akibat bantaran sungai selalu mengalami abrasi, sehingga bibir tanggul terus tergerus oleh derasnya aliran air.
“Bantaran sungai terus abrasi, bahkan kini jaraknya kurang lebih hanya dua meter dari tanggul. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, kami khawatir lama-lama bibir tanggul habis tergerus oleh derasnya aliran air Sungai Citanduy,” ungkap Nadi.
Sementara itu, Ketua Parungsari United, Galih (30), mengatakan, warga di Lingkungan Parungsari tetap waspada dengan tingginya volume air Citanduy kiriman dari hulu sungai di wilayah Tasikmalaya, dan Rancah, Kabupaten Ciamis.
“Kami tetap waspada, karena bukan tidak mungkin jika bibir tanggul atau bantaran sungai terus mengalami abrasi, maka bisa jadi tanggul lama-kelamaan jebol dan air sungai masuk ke pemukiman warga,” kata Galih.
Ketua RW.04, Lingkungan Parungsari, Sukimin (50), menambahkan, warga di lingkungannya berharap kepada pemerintah melalui instansi terkait, untuk segera memperbaiki bantaran sungai yang sering abrasi tersebut.
“Jangan sampai ada korban dulu, kami berharap kepada pihak terkait untuk secepatnya membangun bronjong ataupun penahan bantaran sungai supaya tidak terus mengalami abrasi,” ungkap Sukimin.
Terkait dengan hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Yayan Herdiaman, melalui Kasi Kesiap-siagaan, Asep Setiadi, mengaku kalau pihaknya sudah melakukan pemantauan di lokasi bantaran Sungai Citanduy yang sering mengalami abrasi di Lingkungan Parungsari.
“Mengenai hal ini, kami sudah memantau dan kami pun akan segera berkoordinasi dengan pihak BBWS,” katanya.
Seperti diketahui, pada Senin (26/11/2018) malam, bantaran Sungai Citanduy yang berada di Lingkungan Parungsari, tepatnya di wilayah RW 04, kembali mengalami abrasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). (Hermanto/Koran-HR)