Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sungai Citanduy di Kota Banjar, Jawa Barat meluap dan menggenangi pemukiman warga. Akibat banjir tersebut, dikabarkan dua orang tewas serta belasan orang luka-luka.
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan PMI langsung melakukan evakuasi korban luka-luka yang terisolasi. Tim SAR gabungan kemudian mengerahkan beberapa unit perahu, untuk mengevakuasi korban dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Banjar.
Drama penyelamatan korban banjir itu merupakan bagian simulasi atau latihan tanggap darurat bencana alam, yang digelar oleh Polri, TNI, BPBD, PMI, dan unsur terkait lainnya.
Simulasi tersebut digelar di bantaran sungai Citanduy atau tepatnya di Lingkungan Babakan (Doboku), Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Jum’at (16/11/2018).
Kapolres Banjar, AKBP Matrius mengatakan, bahwa melalui apel siaga bencana tahun 2018 ini, pihaknya akan meningkatkan sinergi antara Polri dengan seluruh instansi terkait dalam rangka penanggulangan bencana alam, di wilayah hukum Polres Banjar.
“Simulasi ini digelar untuk meningkatkan sinergitas dengan instansi terkait lainnya, juga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan tim SAR gabungan. Di Banjar terdapat beberapa titik rawan bencana longsor dan banjir,” ujarnya kepada awak media.
Matrius menghimbau kepada warga untuk tetap waspada, mengingat cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini.
“Menurut BMKG, curah hujan yang cukup tinggi akan terus terjadi hingga lima hari kedepan. Untuk itu, kami menghimbau kepada warga untuk tetap waspada,” pungkasnya.
Kegiatan apel siaga bencana dan simulasi penanggulangan bencana alam tahun 2018 ini dihadiri oleh Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih, Danramil Banjar, Mayor Agung, Danyon 323 Raider Buaya Putih yang diwakili oleh Pasi intel, Letnan Satu, Teguh, seluruh kepala kecamatan, seluruh kepala kelurahan, serta unsur terkait lainnya. (Hermanto/R5/HR-Online)