Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita BanjarRencana Dilalui Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap, Pemkot Banjar Perhitungkan Dampaknya

Rencana Dilalui Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap, Pemkot Banjar Perhitungkan Dampaknya

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Masyarakat Jawa Barat bagian Priangan Timur, termasuk Kota Banjar, sepertinya akan segera menikmati infrastruktur jalan tol yang menghubungkan Bandung-Tasikmalaya-Cilacap. Namun, tak terkecuali juga bisa terkena dampaknya.

Pembangunan jalan tol yang direncanakan dimulai tahun 2019 mendatang itu, kini sudah memasuki tahap penyiapan pembuatan analisis dampak lingkungan (Amdal) oleh Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Terkait rencana tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Banjar, H. Agus Nugraha, saat dikonfirmasi Koran HR, Senin (19/11/2018), membenarkan, bahwa pemerintah akan menambah panjang rute jalan tol yang sebelumnya dikenal dengan nama Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), menjadi diperpanjang hingga Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah.

“Tentu rencana itu disambut baik karena akan melewati wilayah daerah Kota Banjar. Namun ini pun masih belum pasti, alasannya kita masih menunggu pasti penentuan lokasi atau titik koridor yang terlewati, yang dalam hal ini termasuk tol gate atau gerbang tol ada tidak di Kota Banjar ini,” katanya.

Menurut Agus, berdasarkan hasil fokus group discussion (FGD) yang sudah dilaluinya atas rencana pembangunan tol tersebut, Pemkot Banjar mendorong agar wilayahnya benar-benar terlewati dan lokasi pintu keluar/masuk tol harus ada di wilayah Kota Banjar.

“Meski kita paksakan terlewati dan harus ada gerbang tol di wilayah Kota Banjar, tapi jangan sampai nantinya malah mematikan atau merugikan Kota Banjar, tanpa ada tol gate-nya,” tukasnya.

Lanjut Agus, jika ada pun harus diperhatikan akan disimpan atau ditetapkan di lokasi mana gerbang tol di wilayah Kota Banjar. Untuk itu, pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkot Banjar masih akan banyak berdiskusi dan mengkajinya dengan cermat.

Menurutnya, yang jelas, dengan rencana akan dibangunnya jalan tol tersebut, maka lalu lintas dari Bandung-Tasik-Ciamis-Banjar akan semakin cepat. Terpenting lagi, wilayah Kota Banjar harus kena imbas menguntungkan.

Kepala Sub. Bidang Perencanaan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Perumahan (PUPR) Bappeda Kota Banjar, Husen Husaeni, menambahkan, rencana pembangunan jalan tol tersebut masih sedang dalam pembahasan di Provinsi Jabar. Artinya masih belum fix karena baru sampai proses penyiapan Amdal.

“Rencana ini berawal hanya pembangunan tol Cileunyi Bandung-Tasikmalaya. Namun, seiring berbagai kajian tentang pemerataan pembangunan dan lalu lintas, tol ini pun berubah atau diperpanjang jalurnya menjadi Gedebage-Majalaya-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Cilacap,” ungkapnya.

Husen juga menjelaskan, sesuai peta dalam dokumen Study Kelayakan Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap, rencana lokasi yang akan dilalui jalan tol di wilayah Kota Banjar adalah sebelah Utara jalan nasional, yaitu daerah Kecamatan Purwaharja dan daerah Kecamatan Langensari.

Jalan tol Bandung hingga Kota Banjar panjangnya mencapai 113,09 Kilometer. Jika sampai Kabupaten Cilacap maka panjangnya menjadi kurang lebih 180 Kilometer. Kemudian, lanjut Husen, setiap kabupaten/kota yang dilalui akan ada tol gate atau gerbang tol.

Sementara, luas lahan di wilayah Kota Banjar yang nantinya akan terkena pembangunan jalan tol mencapai 27,79 hektar, terbagi di Kecamatan Purwaharja 8,8 hektar, dan di Kecamatan Langensari 18,99 hektar. Namun, sejauh ini rute atau jalur itu belum fix, sebab masih dalam asistensi Pemprov Jabar dengan pemerintah pusat.

“Di wilayah Kota Banjar, sebagaimana peta awal pun tol gate berada di lokasi Kecamatan Langensari. Tapi itu masih bisa berubah, karena kita terima baru draf. Jadi kami penting memperhitungkannya dari segala sisi atau perlu kajian lebih lanjut,” imbuhnya.

Menurut Husen, rencana jalan tol Bandung-Cilacap bagi Kota Banjar ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, aksesbilitas menjadi lebih mudah dan cepat, serta efesiensi distribusi barang dan orang.

Dengan begitu, maka daerah yang kena akses langsung jalan tol nantinya akan terungkit intensitas jasa dan perdagangan. Karena, lokasi yang berdekatan bisa lebih strategis mengembangkan berbagai bidang kehidupan perekonomian.

Gambar peta koridor Jalan Tol Cileunyi-Tasikmalaya-Cilacap. Foto: Istimewa

Sedangkan sisi negatifnya, bisa terjadi beberapa lokasi daerah akan hilang dari keramaian. Dengan kata lain, akses jalan yang sudah ada sebelumnya akan berkurang penggunaannya sebagai jalur lalu lintas. Tapi secara keseluruhan, ada peluang kemajuan Kota Banjar. Jadi, jangan dijadikan sebuah ancaman, namun bagaimana hal tersebut bisa menjadi potensi Kota Banjar untuk dapat lebih hidup lagi.

“Contohnya, keberadaan Rumah Sakit Kota Banjar bisa dijadikan unggulan pelayanan kesehatan di Priangan Timur. Begitupun agropolitannya serta bidang lainnya bisa lebih berkembang. Pokoknya, jangan sampai merugikan atau sebisa mungkin jadi daya tarik warga luar daerah,” tandas Husen.

Pembangunan tol kemungkinan baru akan dimulai pada 2019 dan beroperasi sekitar tahun 2022-2023. Terkait segala rencana tersebut, belum lama ini Bappeda bersama Dinas PU, Camat Purwaharja dan Camat Langensari beserta masing-masing seorang perwakilan warganya, mengikuti rapat persiapan Amdal di Bandung atas undangan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

Hingga berita ini diturunkan, Koran HR belum bisa mengkonfirmasi Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Banjar, guna menggali informasi lebih jauh terkait rancana pembangunan jalan tol tersebut. (Nanks/Koran-HR)

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang

Banjir Lumpur Terjang Pemukiman Warga di Sumedang, 22 Rumah Terdampak

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (3/4/2025) petang kemarin, memicu terjadinya banjir lumpur. Bencana alam tersebut melanda pemukiman warga...
Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...
Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah tuai hujatan pedas dari warganet. Ini merupakan buntut panjang pasca pengakuan Nadin yang menegaskan jika ia menyesal pernah ikut ajang pencarian bakat...
Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

harapanrakyat.com,- Kepadatan arus balik lebaran di jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali terlihat pada Jumat (4/4/2025) pagi ini. Arus balik kendaraan dari arah Tasikmalaya,...
Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Dunia hiburan tanah air kembali berduka, aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada usia 68 tahun. Artis Indonesia legendaris ini, menghembuskan nafas terakhirnya pada...
Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...