Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Setiap Minggu pagi, warga Kota Banjar banyak yang mengunjungi Taman Kota Lapang Bhakti (Tamkot) di Jalan Didi Kartasasmita. Mereka biasanya datang untuk mencari hiburan atau hanya sekedar rileks. Ada pula yang melakukan olahraga seperti jogging, senam, dan aktivitas lainnya.
Namun, ada hal menarik yang membuat perhatian para pengunjung, yakni sekelompok anak muda membawa berbagai macam hewan reptil. Mereka adalah sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Reptil Banjar Patroman (KRBP).
Kehadiran komunitas yang berdiri bulan September 2016 yang memiliki 42 anggota itu rupanya menjadi tempat hiburan baru bagi warga sekitar, khususnya para pengunjung Taman Kota.
Yudi Andiana, pendiri sekaligus ketua Komunitas Reptil Banjar Patroman, mengatakan, tujuan mendirikan komunitas ini adalah untuk silaturahmi dan menyalurkan hobi yang sama sebagai pecinta hewan reptil. “Awalnya jual beli. Karena sering kumpul bareng, kemudian kami pun membentuk komunitas ini,” katanya.
Dia juga mengatakan, ada dua tempat yang sering dipakai nongkrong komunitasnya ini, yatu di Taman Kota Lapang Bhakti setiap hari Minggu pagi pukul 06.00-09.00 WIB, dan setiap Minggu sore di Alun-alun Langensari mulai pukul 16.00-17.30 WIB.
Ketika berkumpul, komunitas ini membawa berbagai macam hewan reptile, seperti Salva (Biawak), Iguana, dan berbagai macam jenis ular. “Kategori hewan reptilnya umum saja dan yang bukan dilindungi oleh Undang Undang, sehingga dalam hal ini aman untuk dipelihara,” terang Yudi.
Ivan (24), salah satu anggota Komunitas Reptil Banjar Patroman, mengatakan, selain melakukan nongkrong setiap Minggu, komunitas ini juga mencoba melakukan rescue dengan berinisiatif terjun langsung ke masyarakat.
“Jika ada ular atau reptil lainnya yang masuk ke pemukiman warga atau masuk ke dalam rumah, kami siap melakukan rescue dan turun ke lokasi,” katanya.
Ivan pun menghimbau kepada warga, jika ada ular atau reptil yang membayakan, jangan langsung dibunuh. Pihaknya akan menangkap hewan tersebut lalu memeliharanya, dalam hal ini supaya masih bisa dilestarikan.
“Terkadang kami prihatin kalau ada orang awam lihat hewan seperti itu langsung dibunuh. Jika kami menemukan hal itu, kami akan bantu warga dan akan kami ambil hewan tersebut,” tandas Ivan.
Kegiatan Komunitas Reptil Banjar Patroman ini rupanya telah menjadi hiburan dan edukasi baru bagi warga sekitar, khususnya para pengunjung Taman Kota. Hal ini terlihat dari banyaknya anak-anak di dampingi orang tuanya yang berdatangan.
“Kami tidak memungut biaya sepeser pun dalam kegiatan ini. Jika warga ingin bermain, berfoto, atau bertanya-tanya mengenai hewan reptil ini, silahkan, kami terbuka,” kata Rendi (25), salah satu anggota komunitas tersebut.
Belum lama ini, komunitas ini pun sering berkunjung ke sekolah-sekolah, khususnya Taman Kanak-kanak (TK) atau PAUD, untuk memberi edukasi supaya anak usia dini bisa lebih tahu dan tidak takut dengan hewan, khususnya hewan reptil.
Keberadaan komunitas ini disambut positif oleh masyarakat, seperti diungkapkan Risma (37), salah satu pengunjung Taman Kota. Menurut dia, dengan adanya komunitas reptil ini, ia bersama anaknya bisa terhibur. Selain itu, juga bisa mengenal lebih dekat dengan hewan reptil.
“Kegiatan komunitas hewan reptil ini sangat bagus, selain menghibur juga dapat memberi edukasi kepada masyarakat,” ujar Risma.
Untuk kedepannya, komunitas ini akan terus dikembangkan, sehingga hewan reptil bisa dilestarikan dan tidak punah. (Hermanto/Koran HR)