Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dua orang penggali sumur yaitu Rosid (55) dan Odang (40), warga lingkungan Bojong, Rt 11/03, Kelurahan Situbatu, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Tewas pada Jum’at (02/11/2018). Keduanya tewas diduga menghirup gas beracun saat menggali sumur sedalam 15 meter.
Menurut informasi yang dihimpun HR Online, kejadian ini bermula ketika kedua korban tengah bekerja menggali sumur milik Dodo (60), yang juga masih tetangga korban. Saat bekerja, posisi Rosid berada di atas, sedangkan Odang berada dalam sumur.
Awalnya mereka bekerja seperti biasa, namun ketika suasana menjadi sepi didalam sumur, Rosid kemudian memanggil-manggil Odang, namun tak kunjung ada jawaban dari Odang. Kondisi itu yang membuat Rosid menjadi penasaran apa yang terjadi di dalam sumur.
Kemudian Rosid melihat Odang terlihat pingsan di dalam sumur. Tak berpikir panjang, Rosid yang bermaksud menolong rekan kerjanya itu, kemudian turun ke dalam sumur dengan menggunakan anak tangga. Namun, setelah didalam sumur, Rosid pun mengalami lemas dan terjatuh hingga tenggelam bersama Odang, hingga keduanya ditemukan tewas.
“Kejadian itu sekitar pukul 13.000 WIB, dan keduanya diduga kuat tewas karena menghirup gas beracun di dalam sumur,” jelas Kapolsek Banjar, Kompol. Dadi Suhendar kepada HR Online, Jum’at (02/11/2018).
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan pihak BPBD dan PMI kota Banjar, dengan dibantu warga, mengevakuasi korban yang tewas di dalam sumur.
“Dari jasad korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, untuk itulah dugaan kuat kedua korban tewas akibat menghirup gas beracun,” tandas Kapolsek Banjar.
Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD kota Banjar untuk kepentingan pemeriksaan otopsi.
Ini Tanda Sumur Mengandung Gas Beracun
Untuk diketahui, semakin dalam sumur maka kandungan karbon monoksida semakin tinggi, dan kedalaman sumur telah mencapai belasan meter. Karbon monoksida memang bisa memperburuk kesehatan manusia jika menghirupnya, terlebih jika gas tersebut terkosentrasi dalam sebuah ruang, semisal sumur. Otomatis akan banyak terhirup manusia dan berakibat lemas hingga kematian.
Sebaiknya, disaat mengerjakan sumur yang memiliki kedalaman hingga belasan meter, pekerja harus mewaspadai adanya karbon monoksida. Apalagi karbon monoksida yang terperangkap diruang sempit seperti sumur.
Untuk mengecek apakah sebuah sumur mengandung gas beracun atau tidak, caranya sangat sederhana, yaitu dengan melempar api obor ke dalam sumur. Apabila obor masih menyala saat mencapai dasar, maka dipastikan dasar sumur masih memiliki oksigen dan pekerja bisa beraktifitas.
Jika sebaliknya, obor saat sampai dasar mati, maka dasar sumur tidak memiliki oksigen, dan sumur mengandung gas berbahaya. (Hermanto/R1/HR-Online)