Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Menghadapi musim hujan yang sudah turun sejak beberapa hari lalu, BPBD Kota Banjar mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap berbagai bencana alam yang mungkin saja terjadi akibat hujan.
Kepala BPBD Kota Banjar, Yayan Herdiaman, mengatakan, Kota Banjar yang terdiri dari 4 kecamatan ini terdapat 12 titik lokasi rawan bencana saat musim hujan, baik banjir maupun longsor.
“Di Banjar ini banjirnya tidak begitu besar seperti di daerah lain yang sampai terjadi banjir bandang. Meski begitu, banjir tetap mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya, kepada Koran HR, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (06/11/2018).
Sebagai langkah antisipasi bencana, lanjut Yayan, pihaknya mengajak masyarakat untuk membersihkan saluran air dari sampah, serta menebang pohon besar yang dekat dengan pemukiman maupun jaringan listrik.
Hal itu agar pada saat hujan turun tidak sampai menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, seperti pohon tumbang atau penyumbatan air akibat sampah. Termasuk juga pemukiman penduduk yang berlokasi di sekitar gunung yang gundul harus tetap waspada.
“Syukur-syukur masyarakat yang punya pohon besar bisa melakukan pemangkasan atau menebangnya sendiri,” ujar Yayan.
Selain imbauan itu, BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan sebagai langkah mitigasi prabencana, agar kemungkinan yang tidak diinginkan bisa diminimalisir.
“Kita selalu sampaikan mulai dari desa sampai berbagai kegiatan kemasyarakatan supaya selalu menjaga lingkungan. Tentunya ini sebagai langkah mitigasi kita terhadap bencana,” imbuhnya.
Sementara kaitannya dengan kendala yang dihadapi BPBD selama tahun 2018 ini, Yayan menyebutkan bahwa, pada saat musim kemarau kemarin, pihaknya hanya mengandalkan 1 unit mobil pengangkut air bersih. Sedangkan, wilayah yang membutuhkan air bersih cukup banyak, sehingga pihaknya pun cukup kerepotan.
BPBD Kota Banjar selama ini cuma memiliki 1 unit mobil tangki saja dan sedang diupayakan bisa ditambah. Selain mobil air bersih, kata Yayan, pihaknya juga sedang berupaya agar mobil Damkar yang jumlahnya 3 unit, dilakukan peremajaan karena sudah cukup tua. Menurutnya, secara kuantitas memang cukup, tapi kualitasnya perlu diremajakan lagi.
Kendati demikian, pihaknya terus mengajak masyarakat supaya bisa mandiri dalam penanganan bencana maupun antisipasinya. Artinya, masyarakat tidak serta merta mengandalkan BPBD, yang mana jumlah petugasnya juga masih kurang.
“Kalau mengandalkan petugas, jelas kita kewalahan, apalagi jumlah kita terbatas. Nah, untuk menyiasatinya, kita ajak masyarakat supaya bisa mandiri dalam pencegahan dan penanganan bencana,” pungkas Yayan. (Muhafid/Koran HR)