Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Akibat diguyur hujan, rumah gubuk milik Kokon (75), warga Dusun Kertaharja, RT 32 RW 09, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk, Sabtu (10/11/2018).
Ironisnya, insiden yang dialami kakek jompo tersebut nyaris luput dari perhatian pemerintah. Pasalnya, paska kejadian tidak satupun aparatur dari pemerintah setempat meninjau langsung ke lokasi.
Warga yang enggan disebutkan, Selasa (13/11/2018), membenarkan, tidak satupun aparat datang ke lokasi sekedar untuk melihat dan mendata kondisi rumah kakek Kokon yang ambruk akibat diguyur hujan.
“Sejak kejadian pada sabtu malam kemarin, tidak ada satu pun yang datang mendata kesini,” katanya.
Penjabat Kepala Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Saepudin, saat dikonfirmasi Koran HR, Selasa (13/11/2018), mengaku baru mendapatkan laporan mengenai musibah yang dialami warganya tersebut.
“Saya baru mendapat informasinya hari ini, dan saya juga kaget kenapa laporannya bisa terlambat,” katanya.
Untuk memastikan informasi itu, Saepudin menuturkan, pihaknya langsung turun ke lapangan. Benar saja, rumah kakek Kokon ambruk akibat diguyur hujan. Menurut dia, selain karena hujan, rumah tersebut sebelumnya sudah mengalami rusak akibat gempa.
Kondisi rumahnya sudah rusak akibat gempa. Dan saat kejadian, dia sedang di rumah tetangganya. Sejak kondisi rumahnya nyaris roboh, kakek Kokon jarang menempatinya. Rumahnya terbuat dari bambu dan hanya berukuran 5 x 7 meter,” katanya.
Namun demikian, Saepudin mengaku dalam waktu dekat ini akan segera melaporkan kejadian yang dialami warganya tersebut ke Pemerintah Kabupaten Ciamis. (Suherman/Koran-HR)