Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Di Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat 2 sumur ‘ajaib’. Meski dilanda kemarau panjang, dua sumur itu tak pernah kering. Makanya, ketika sumur-sumur yang berada di rumah warga mengalami kekeringan akibat kemarau, sumur inilah yang selalu menjadi penolong warga sekitar.
Dua sumur tua di Ciamis ini dinamai sumur siuk. Usianya sudah ratusan tahun. Bahkan, warga yang umurnya paling tua di kampung itu saja tidak mengetahui kapan sumur itu mulai dibangun. Selain itu, sumur yang dikenal angker inipun ternyata menyimpan sejumlah misteri, salah satunya mengenai harta karun yang konon tersimpan di dasar sumur.
Maka tak heran, sejumlah orang yang menyakini ilmu supranatural sudah beberapa kali berupaya mengangkat harta karun tersebut. Namun, upaya mereka selalu gagal. Konon, harta karun yang berada di dasar sumur itu dijaga oleh sejumlah mahluk halus.
Daus (58), warga setempat, saat dihubungi HR Online, Kamis (25/10/2018), mengatakan, ketika dirinya masih kecil, air dari sumur siuk itu sangat melimpah. Bahkan, sampai-sampai airnya meluber saking banyaknya. “Kalau kata orang sunda, air di sumur ini tinggal siuk (ngambil) pakai gayung atau tidak usah diangkat pakai ember timba. Karena kondisi dulunya seperti itu, makanya sumur ini dikenal dengan nama sumur siuk,” terangnya.
Namun, kata Daus, kondisi dua sumur yang lokasinya berdekatan atau hanya berjarak beberapa meter itu sudah berbeda dengan dulu. Kini airnya tidak melimpah seperti dulu. Hal itu setelah di pinggir sumur dibangun pondasi untuk menahan longsor.
“Setelah oleh pemilik tanah dipondasi pinggiran sumurnya sebagai upaya mencegah longsor, kini sumber airnya sedikit tersendat. Namun begitu, airnya tetap tak pernah surut meski kemarau panjang melanda. Dan dua sumur itu masih menjadi tumpuan warga ketika musim kemarau,” ujarnya.
Meski air dari dua sumur itu setiap hari diambil oleh puluhan warga, lanjut Daus, namun tidak pernah kering. Bahkan, sampai-sampai sejumlah warga mengamil air dari sumur tersebut dengan menggunakan mesin pompa. “Sumur ini memang ajaib, airnya tak pernah habis, meski disedot oleh mesin pompa setiap hari. Bahkan, tak sedikit warga memasang mesin pompa untuk mengairi kolam ikan yang kering akibat kemarau,” ujarnya.
Ditemui terpisah, Suryana Toto alias Eyen (55), pemilik tanah, mengatakan, berdasarkan cerita dari ayahnya, sumur siuk ini sudah berusia ratusan tahun. Bahkan, kata dia, ayahnya pun tidak tahu kapan sumur ajaib itu dibangun. “Pokoknya dua sumur itu sudah tua dan dirawat secara turun temurun,” ujarnya.
Uyen menambahkan, keberadaan dua sumur ajaib itu benar-benar membawa manfaat yang sangat besar bagi warga sekitar. Pasalnya, meski kemarau panjang, warga di kampung itu tidak pernah kekurangan air.
“Kalau sumur di rumah warga sudah kering, mereka mengambil air dari sini. Ada yang mengambil air pakai timba dan ada juga yang mengambil air pakai mesin pompa. Meski air dari dua sumur itu setiap hari disedot pakai pompa sekalipun, tetapi tidak pernah kering. Makanya, banyak orang yang menyebutnya sumur ajaib,” ujarnya, saat dihubungi HR Online, Kamis (25/10/2018),
Di lokasi sumur, lanjut Eyen, juga terdapat beberapa cerita mistik. Dia mengaku sering melihat mahluk halus sebangsa Jin kerap mandi di sumur tersebut. “Sampai sekarang saya masih sering melihat. Jin yang ada di sumur itu sebagai penunggu,” ujarnya.
Selain itu, kata Eyen, di sumur itu pun konon terdapat harta karun berupa emas berbentuk teko, gelas dan sendok. Menurutnya, harta karun itu berada di dasar sumur dan tidak sembarang orang bisa mengambilnya. “Karena sumur ini ditunggui oleh mahluk halus sebangsa Jin, jadi harta karun itu tersimpan gaib di dasar sumur,” ujarnya.
Beberapa paranormal pun, pernah melakukan pencarian harta karun di sumur tersebut. Namun, upaya yang dilakukan selalu tidak membuahkan hasil. “Sudah ada beberapa orang yang melakukan pencarian harta karun emas di sumur ini. Tetapi mereka tidak berhasil,” katanya.
Eyen mengungkapkan, sumur itupun oleh masyarakat setempat diyakini sebagai tempat keramat. Pasalnya, tambah dia, sumur itu dulunya kerap dipakai acara ritual adat, seperti prosesi turun mandi bagi calon pengantin atau anak yang disunat.
“Namun, masyarakat sekarang sudah jarang menggelar acara adat turun mandi bagi calon pengantin atau anak yang disunat. Makanya, sekarang di sumur ini jarang ada yang menggunakan untu acara adat,” ujarnya.
Sementara itu, dari pantauan HR Online, kedua sumur tua di Ciamis ini terlihat banyak mengeluarkan air. Dari bawah sumur itu pun tampak terlihat beberapa titik mata air yang terus mengeluarkan air. Bahkan, saat musim kemarau seperti sekarang ini, sumur tua itu digunakan warga untuk kebutuhan air bersih dan mengairi kolam-kolam ikan. (Suherman/R2/HR-Online)