Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Warga Kota Banjar yang merantau di Palu, Sulawesi Tengah, ingin pulang ke kampung halaman. Setelah hilang kontak pasca bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, pihak keluarga korban yang berada di Kota Banjar, Jawa Barat, meminta Pemkot Banjar untuk membantu memulangkan keluarganya yang berada di Palu tersebut.
Warga Kota Banjar yang berada di Palu itu terdiri dari dua Kepala Keluarga (KK). Setelah gempa mengguncang Palu, mereka mengalami shock berat setelah menjadi korban sekaligus saksi hidup peristiwa bencana gempa yang kekuatannya cukup dasyat tersebut. Meski mereka ingin pulang kampung, namun terkendala masalah biaya.
“Pasca terjadi gempa, geliat ekonomi di Palu belum stabil. Apalagi saudara saya yang berada di sana, rumah dan harta bendanya hancur. Jangankan untuk biaya pulang kampung, untuk hidup sehari-hari saja warga di sana bergantung pada bantuan,” kata Kusrina (35), warga lingkungan Parungsari, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar saat ditemui HR Online di kantor PMI Kota Banjar, Rabu (10/10/2018).
Keluarga Warga Kota Banjar yang Merantau di Palu Datangi PMI Kota Banjar
Kusrina bersama Rita (40) warga Parunglesang Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, mendatangi kantor PMI Kota Banjar, untuk mencari kepastian dan kabar keluarganya yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.
“Saya datang ke sini, karena ada salah seorang petugas PMI Kota Banjar yang berada di lokasi bencana Palu dan mengambil foto bersama keluarga saya. Kemudian foto itu beredar di media sosial. Saya ingin menanyakan kabar mereka. Karena sampai sekarang, saya masih putus kontak dengan saudara di sana,” kata Kusrina.
Kusrina menjelaskan, keluarganya yang merantau ke Palu terdiri dari empat jiwa, antara lain Surastini (50), Ros (21), Agus Sulaeman (20), dan Ratih Puspitasari (18).
“Menurut informasi, rumah keluarga kami yang beralamat di Jalan Bongo 2 CV. Ravid Pratama Kota Palu, hancur dan rata dengan tanah serta harta bendanya pun ikut hancur. Di keluarga ini ada salah satu anaknya yang menderita difable yakni Ros (21),” terang Kusrina.
Sedangkan keluarga dari Rita, yaitu Zulkifli (50), Sabina putri (23), dan Rani oktaviani (23). Mereka beralamat di Jalan I Gusti Ngurah Rai BTN Tavanjuka Mas Blok J no 7 Kelurahan Tavanjuka Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Namun, keluarga Rita nasibnya lebih baik dari keluarga Kusrina. Rumah mereka masih utuh serta layak untuk ditempati.
Rita dan Kusrina pun berharap Pemkot Banjar bisa membantu untuk memulangkan keluarganya yang berada di Palu. “Kami mohon bantuannya kepada Ibu Walikota agar keluarga kami bisa pulang kampung ke Banjar. Mereka shock berat dan memutuskan untuk pulang kampung saja,” kata Kusrina.
Tanggapan PMI Kota Banjar
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Banjar, Devi Suandana, mengatakan, warga Kota Banjar yang merantau di Palu itu sudah dipastikan selamat. Kini keluarga dari Kusrina yang rumahnya hancur untuk sementara tinggal di rumah Zulkifli atau keluarga dari Rita.
“Memang saya juga mendapat kabar dari petugas kami yang berada di Palu, bahwa kedua keluarga asal Banjar itu ingin pulang kampung. Benar mereka shock berat dan memutuskan akan pulang kampung saja,” ujarnya. (Hermanto/R2/HR-Online)