Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sebagai pembina program Kampung Iklim, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, bersama 41 bupati/walikota dan 7 gubernur se-Indonesia, menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rabu (24/10/2018), di Audotarium Manggala Wanabakti, Jakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, H. Yoyo Suharyono, di dampingi Kepala Bidang Penaatan, Peningkatan Kapasitas dan Pengendalian Lingkungan (PPKPL), Hj. Dwiyanti Estriningrum, mengatakan, penghargaan tersebut diberikan dalam rangka Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim dengan tema “Aksi nyata satu tujuan di bawah 2 derajat celcius.”
“Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI itu diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada gubernur, bupati dan walikota yang telah berkiprah dalam melakukan pembinaan serta pendampingan dalam menggerakan masyarakatnya, untuk menjadikan lingkungan tempat tingggalnya sebagai kampung iklim,” jelas Yoyo.
Sementara itu, Kabid. PPKPL Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Hj. Dwiyanti Estriningrum, menambahkan, sekecil apapun aksi nyata berupa adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim yang dilakukan oleh setiap warga sangat memberikan dampak yang sangat besar terhadap penurunan suhu udara dan emisi gas rumah kaca.
“Emisi gas dan rumah kaca sangat mempengaruhi terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim berdampak terhadap bencana kekeringan, banjir dan naiknya permukaan air laut,” terangnya.
Dwiyanti juga mengatakan, di Kota Banjar sendiri Kampung Iklim telah terbentuk sejak tahun 2014, dan sampai saat ini sudah ada sembilan desa yang lingkungannya mendapat penghargaan sebagai Kampung Iklim, dengan variasi sertifikat dan piala penghargaan.
Sembilan desa tersebut meliputi Desa Balokang, Jajawar, Raharja, Mekarsari, Kujangsari, Langensari, Rejasari dan Desa Sinartanjung. (Eva/R3/HR-Online)