Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ratusan pemanah dari berbagai daerah di wilayah Priangan Timur serta Cilacap Jawa Tengah mengikuti lomba memanah dan flight shooting tournament yang berlangsung di lapang Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) Rejarasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Acara panahan di lapang AURI Banjar ini juga bagian dari memerihakan HUT TNI ke-73 yang berlangsung selama dua hari, yakni dimulai Sabtu hingga Minggu, 06-07 Oktober 2018.
Zainal Arifin, panitia penyelenggara yang juga Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Banjar, mengatakan, perlombaan yang diikuti oleh sekitar 172 peserta itu dibagi ke dalam beberapa kelas, yakni kelas SD jarak 10 meter, SMP jarak 15 meter, SMA jarak 20 meter dan umum jarak 30 meter.
Ia menjelaskan, selain kategori tersebut untuk merebutkan kejuaraan 1, 2 dan 3, pihaknya juga menggelar lomba kelas menzil, sebuah panahan jarak jauh yang merupakan cabang olahraga panahan di Turki.
“Alhamdulillah antusias peserta sangat besar, baik dari Kota Banjar maupun dari daerah lain sekitar Banjar. Kalau yang kelas menzil besok Minggu akan lebih ramai lagi di lapang AURI Banjar ini, karena pesertanya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia untuk berlomba-lomba memanah paling jauh,” jelasnya kepada HR Online di sela-sela kegiatan.
Zainal menambahkan, dari perlombaan yang berhasil digelar kedua ini, pihaknya berharap ke depan dari Kota Banjar akan muncul atlet panahan yang bisa memperjuangkan nama baik Kota Banjar dalam berbagai event olahraga. Sebab, sejauh ini Kota Banjar belum memiliki wadah para atlet panahan.
“Itu memang tantangan kita semua. Tapi kemarin Alhamdulillah pada bulan Agustus 2018 kita telah bersama-sama membentuk Perpani bersama para pecinta panah. Nah untuk wadah panahan tradisionalnya, yakni Pespati atau Persatuan Panahan Tradisional akan segera dibentuk. Hal ini tiada lain untuk meramaikan olahraga Sunnah ini,” imbuh Zainal.
Dari pantauan HR Online, dalam lomba panahan ini tampak peserta dari usia anak-anak hingga dewasa begitu serius sambil memicingkan matanya sebelum melepaskan busur panahnya. Sementara itu, ratusan masyarakat setempat juga begitu ramai melihat pertandingan yang terbilang langka ini. Tak hanya itu, Tim Medis dari Dinas Kesehatan juga tampak hadir untuk siap siaga menangani peserta yang sakit. (Muhafid/R6/HR-Online)