Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Puskesmas Rawat Inap Langkaplancar yang sudah resmi beroperasi sejak Ferbruari 2018 lalu dikeluhkan warga. Pasalnya, saluran air yang seharusnya sudah berfungsi untuk memenuhi kebutuhan di Puskesmas belum berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini pun membuat pihak Puskesmas Langkaplancar kelimpungan.
Sutarsih, salah satu warga yang tengah membesuk keluarganya, mengatakan, bahwa pelayanan perawat maupun dokter di Puskesmas Langkaplancar sudah sangat bagus dan maksimal. Hanya saja ia menyayangkan perihal air yang selalu kekurangan. Sehingga, ketika akan buang air warga maupun pasien kebingungan.
“Kalau seperti ini ya seharusnya segera diperbaiki. Kita harap Puskesmas bisa mencari jalan keluarnya agar ke depan warga yang sedang besuk tidak bingung lagi soal air,” katanya kepada HR Online, Senin (08/10/2018).
Menanggapi hal tersebut, Mumuh Muslisin, salah satu pegawai Puskesmas, mengatakan, bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal untuk memenuhi kebutuhan air. Bahkan, sejak beroperasinya Puskesmas tersebut pihaknya memasang pompa di sumur warga untuk diambil airnya. Sementara kekurangan air tersebut lantaran sumur milik warga yang disedot kondisinya dangkal.
“Kami juga mencoba menyedot air dari sumber air yang lain agar kebutuhan di sini terpenuhi. Seharusnya masalah air ini adalah tanggungjawab pemborong waktu itu. Sejak dibangun sampai sekarang belum pernah jalan sama sekali,” kata Mumuh.
Karena kondisi tersebut, lanjut Mumuh, pihaknya berharap kepada pemerintah agar menegur pemborong bertanggungjawab masalah air di Puskesmas segera diatasi. Hal ini juga demi kenyamanan pegawai, pasien serta warga yang datang ke Puskesmas.
“Kita bingung soal ini. Meskipun kita sudah berusaha mencari solusi dengan maksimal, tapi tetap saja kekurangan air. Solusinya adalah pemborong harus bertanggungjawab dan pemerintah yang kasih peringatan,” pungkasnya. (Ceng/Koran HR)