Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Polsek Lakbok bersama seluruh jajarannya berkunjung ke markas Koramil 1315 Lakbok untuk mengucapkan selamat hari ulang tahun TNI ke 73, Senin (08/10/2018).
Kapolsek Lakbok, AKP. Badri, mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud kebersamaan antara pihak kepolisian dan TNI.
“Mempererat tali silahturahmi dan bertujuan untuk menjaga sinergitas ikatan kerjasama antar lembaga, dan selalu bersama-sama menjaga dan melindungi masyarakat Kecamatan Lakbok Ciamis. Dan juga berharap kebersamaan selama ini selalu terjaga, serta menambah erat jalinan aparatur negara,” jelas Badri kepada HR online, Senin (08/10/2018).
Sementara itu, Koramil 1315 Lakbok, Kapten Infantri Mugito, mengaku sangat terharu dengan kedatangan rombongan Polsek Lakbok yang memberikan ucapan selamat HUT TNI ke 73.
“Alhamdulillah kami mendapatkan apresiasi luar biasa dalam HUT TNI tahun ini dari jajaran Polsek Lakbok yang datang langsung mengucapkan selamat dan merayakan secara sederhana. Perasaan kami sangat terharu dan bahagia, sebetulnya tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Sekali lagi terima kasih atas perhatiannya, sungguh luar biasa,” ucapnya penuh haru.
Dalam acara tersebut, Kapolsek dan Koramil Lakbok saling menyuapi nasi tumpeng sebagai wujud kebersamaan antara kepolisian dan TNI.
Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI)
Kelahiran Tentara Nasional Indonesia bermula dari Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada tanggal 23 Agustus 1945. Akan tetapi pada 5 Oktober 1945 BKR berubah nama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), sebagian anggotanya berasal dari anggota PETA.
Berubahnya dari BKR menjadi TKR menjadi titik awal diperingatinya hari lahir Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun kembali terjadi perubahan dari TKR menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), dikarenakan menyesuaikan dengan dasar militer internasional.
Perubahan nama angkatan bersenjata republik Indonesia kembali terjadi, setelah Presiden Soekarno merubah TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia pada 3 Juni 1947, dan berlaku hingga sekarang.
Penamaan TNI ini dikarenakan merupakan gabungan dari TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat. Dan Jenderal Soedirman ditunjuk sebagai Panglima Besar Pertama Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Sebelum reformasi, Polisi Republik Indonesia merupakan bagian dari angkatan bersenjata yang tergabung dalam TNI. (Suherman/R1/HR-Online)