Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran selalu menganggarkan dana antisipasi bencana dari APBDes sebesar Rp 49,5 juta. Hal ini dilakukan Pemdes Pananjung Pangandaran sebagai kesiapan apabila terjadi bencana sebelum adanya campur tangan dari Pemda maupun Pemerintah Pusat.
Kepala Desa Pananjung, Dedi Hermawan, mengatakan, pihaknya dalam proses pembangunan dan pemberdayaan selalu melibatkan masyarakat dalam berbagai hal, seiring dengan moto Desa Pananjung, “Bersama Masyarakat Pananjung Membangun Desa”.
“Desa Pananjung sudah masuk dalam kategori desa mandiri menuju desa tangguh. Ini didasari pengalaman saat Pangandaran terkena bencana tsunami tahun 2006 silam,” tutur Dedi Hermawan saat diwawancara HR Online, Senin (15/10/2018).
Berkaca dari itu, lanjut Dedi, Pemdes Pananjung Pangandaran membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pertama kalinya yang mana sebanyak 40 orang fokus menangani hal terkait kebencanaan, baik bencana alam maupun bencana sosial, termasuk mempersiapkan anggaran operasional dan anggaran evakuasi sementara setiap tahunnya.
“Mulai dari menyiapkan SDM, sarana prasarana dan peralatan, jalur evakuasi, serta pembuatan dapur umum, pelatihan FKDM juga dengan persiapan bencana sosial lainnya. Itu semua selalu disosialisasikan ke masyarakat,” tutur Dedi Hermawan lagi.
Adapun potensi bencana yang menimpa wilayah Desa Pananjung, seperti banjir, angin puting beliung, air laut, pancaroba, gempa dan tsunami, Dedi menerangkan, sebagai tempat evakuasi sementaranya dipusatkan di Aula Desa Pananjung.
“Antisipasi hal itu saluran air sungai rutin dinormalisasi, jalur evakuasi jalannya dibeton, kebutuhan air bersih dan sarana air sehat layak minum disiapkan di 2 tempat (Dusun Karangsalam dan blok tegal jambe Dusun Bojongjati) kerjasama dengan program Kotaku,” kata Dedi.
Selain itu, Pemdes Pananjung juga memperhatikan persoalan buang air besar sembarangan, menyiapkan kendaraan angkut sampah roda 3 sebanyak 2 unit plus tempat sampahnya, juga antisipasi bencana soaial seperti Malaria dengan melakukan foging, gizi buruk dianggarkan di Posyandu Pemenuhan Makanan Tambahan (PMT), serta pelayanan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang sudah penuh disiapkan lahan seluas 185 bata.
“Persiapan mulai dari SDM berikut ilmu serta teknik-tekniknya, Alat dan Sarana prasarana sehingga pertolongan pertama di Desa Pananjung telah siap dalam membantu masyarakat sebelum bantuan dari Kabupaten, Provinsi dan pemerintah pusat turun,” pungkas Dedi Hermawan. (Mad/R6/HR-Online)