Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Dalam rangka Milangkala Pangandaran ke-6, Pemkab menggelar berbagai kegiatan yang cukup banyak, mulai dari ziarah makam presidium dan tokoh ulama, Pangandaran Expo, Pangandaran Run, pegelaran seni budaya dan puncaknya pada upacara yang berlangsung 25 Oktober 2018.
Bupati Pangandaran, H Jeje Wiradinata, mengatakan, dari berbagai rangkaian kegiatan dalam Milangkala ke-6 tersebut, yang belum dilaksanakan adalah desain kalender pariwisata. Meski begitu, ia memaklumi hal itu agar berjalan terlebih dahulu dan mempriotitaskan kegiatan yang berskala besar.
“Ke depan lebih pada pendekatan promosinya melalui EO yang profesional dan rekam jejaknya bagus dan berpengalaman. Tentunya bisa kolaborasi dengan berbagai pihak dan bisa diangkat tiap tahun. Kita tahu sendiri Pangandaran sebagai kawasan yang bisa diandalkan di Jawa Barat dan Kementrian pariwisata. Hari jadi Pangandaran ke-6 ini kita akan selalu berupaya mewujudkan cita-cita dari pemekaran. Sebaimana harapan para presidium dan masyarakat,” katanya kepada Koran HR, Senin (22/10/2018).
Bersama wakilnya H Adang Hadari yang sudah 2,8 tahun memimpin Pangandaran, kata Jeje, ia memohon maaf apabila ada janji kampanye yang belum bisa terealisasi.
Meski begitu, ia bersama jajarannya akan terus berusaha agar keinginan Pangandaran bisa lebih baik segera terwujud. Berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak.
“Tidak mungkin uang Rp 50 miliar akan turun. Tapi kalau ada niat yang kuat untuk menjadikan Pantai Pangandaran menjadi kawasan yang handal di Indonesia, pasti kita bisa. Terbukti dengan tingkat kunjungan yang naik pendapatan tol gate sudah mendekati Rp 20 miliar. Itu artinya direspon oleh wisatawan,” tutur Jeje lagi.
Penataan Pantai Pangandaran
Setelah penataan Pantai Barat dan Timur berikut Masjid Apung di laut yang anggarannya mencapai Rp. 65 milyar dari Pemprov, kata Jeje, rencananya pemerintah daerah juga akan mulai fokus menata Pantai Batuhiu dan Karapyak. Diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp. 15 miliar.
“Dalam penataan Pantai Pangandaran, kita tidak mau setengah-setengah, haru totalitas. Kita sadar Pemkab tidak punya anggaran, tapi kalau kita yakin bisa mewujudkan, pasti ada jalan. Nanti kita akan menghadap Kementrian Pariwisata untuk menindaklanjuti pembicaraan soal ini sebelumnya,” katanya lagi.
Dengan adanya berbagai rencana dan program pemerintah itu, kata Jeje, tiada lain adalah bentuk upaya dalam mewujudkan Pangandaran menjadi daerah tujuan wisata yang berkelas dunia.
“Hingga oktober 2018, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 3.3 juta orang. Kita akan tingkatkan itu dengan berbagai cara. Dengan begitu, secara otomatis akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Jika ada masukan dan kritikan untuk kemajuan Pangandaran, silakan langsung ke saya. Begitu juga jika ada kesalahan, datang saja ke saya dan sampaikan baik-baik,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)