Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebagian nelayan Pangandaran yang menggunakan jaring arad dalam menangkap ikan mengeluhkan semakin langkanya hasil tangkapan ikan di laut, baik di Pantai Barat maupun di Pantai Timur Pangandaran. Para nelayan jaring arad pun kebingungan untuk menutup operasional aktivitas mereka.
Ratim, salah satu pemilik jaring arad, mengatakan, dirinya sudah beberapa kali menebar jaring arad dari bibir laut ke tengah laut. Biasanya, kata ia, dalam sekali menebar jaring bisa mendapatkan cukup banyak ikan, namun kali ini ia bersama nelayan lain hanya mendapatkan beberapa kilo ikan saja.
“Ini sudah dua kali tebar jaring hanya dapat ikan layur 3 kilogram, ikan teri 5 kilogram, cumi 1 kilogram. Sisanya ada ikan kakapasan dan pepetek. Biasanya dua kali tebar bisa dapat benyak, ini malah sedikit. Jadi para nelayan jaring arad sekarang sebagian lagi bingung,” kata ia kepada HR Online, Jum’at (19/10/2018).
Ratim menambahkan, bahwa dalam sehari dirinya bersama nelayan yang lain bisa menebar jaring ke laut bisa sampai 8 kali tebar. Namun, akhir-akhir ini penebaran jaring hanya untuk menutup modal operasional menangkap ikan.
“Dapat ikannya paling buat ganti bensin, makan sama rokok saja buat yang bantu menarik jaring. Kalau buat ongkos lelahnya tidak kebagian. Biasanya, dalam penarikan jaring arad ini melibatkan 15 orang yang mana panjang jaringnya mulai dari 100 hingga 300 meter. Karena yang narik banyak dan hasilnya sedikit kita cukup kelimpungan,” imbuhnya.
Sementara itu, Topik, salah satu kuli penarik jaring arad, mengatakan, dirinya sengaja memilih menjadi kuli jaring arad lantaran saat ini menyadap nira cukup sulit karena sedang musim kemarau yang cukup panjang. Namun, karena upah menarik jaring arad saat ini sedang sedikit, yakni sekitar Rp 30 ribu tiap harinya, ia pun mengaku tak bisa berbuat banyak.
“Penghasilan dari tangkapan ikan di laut memang tidak bisa diprediksi. Kadang kalau lagi bagus hasilnya, kuli saja bisa dapat uang mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perorang. Hitungannya itu hasil bagi dua dengan pemilik jaring dan para kuli. Karena sekarang sedikit, ya mau bagaimana lagi, kita pasrah saja,” pungkasnya. (Ntang/R6/HR-Online)