Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Warga Dusun Tembong, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, digegerkan oleh temuan mayat sudah jadi tengkorak tergeletak di sebuah parit atau tepatnya di kawasan kebun pinus yang berada di kaki Gunung Sawal, Kamis (11/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.
Mayat tengkorak tersebut ditemukan oleh dua warga setempat, yakni Udin (50) dan Asep Abo (38). Sebelum menemukan mayat, keduanya hendak mencari rumput di kebun pinus. Namun, tak menyangka dia malah menemukan mayat. Keduanya pun langsung melaporkan temuannya ke kepala dusun setempat.
Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, membenarkan adanya temuan mayat sudah jadi tengkorak. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan medis, diduga mayat itu sudah meninggal sekitar 2 atau 3 bulan yang lalu.
“Setelah dilakukan pemeriksaan pada mayat tersebut, tidak ditemukan identitas pada baju maupun celanannya. Hanya dugaan sementara mayat itu adalah orang gila,” katanya, kepada HR Online, Kamis (11/10/2018).
Dugaan mayat itu orang gila, lanjut Hendra, diperkuat dengan tidaknya adanya warga setempat yang kehilangan anggota keluarganya. Selain itu, ada juga warga yang memastikan bahwa ciri-ciri pakaian dan celana pada mayat tersebut adalah orang gila yang pernah dilihatnya.“Warga setempat bernama Uhen (51) memastikan bahwa mayat itu adalah orang gila,” imbuhnya.
Berdasarkan keterangan Uhen, lanjut Hendara, pada sekitar bulan Juli 2018 sekira jam 07.00 WIB atau sewaktu pergi ke kebun cabe, dia bertemu dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal dengan ciri-ciri umur diperkirakan 55 tahun, rambut beruban dan panjang sebahu serta mengunakan kaos pendek hijau dan celana levis.
“Saat ditanya dan diajak bicara oleh Pak Uhen, orang itu menjawabnya tidak nyambung. Pak Uhen pun langsung menyimpulkan bahwa orang itu adalah orang gila. Namun, waktu itu Pak Uhen sempat memberi makanan dan kopi serta jaket kepada orang gila itu. Kemudian orang gila itu disuruh pulang ke arah Baros Desa Ciomas,” terangnya.
Karena sempat menemani orang gila itu cukup lama, Uhen pun masih ingat benar dengan ciri-cirinya. Terlebih, saat melihat mayat tenggorak tersebut, Uhen langsung membenarkan bahwa mayat itu adalah orang gila yang pernah bertemu dengannya. “Pak Uhen sangat yakin karena melihat dari dari ciri baju warna hijau dan celana levisnya serta rambutnya yang gimbal,” katanya.
Sementara setelah melakukan koordinasi dengan warga setempat, lanjut Hendra, kemudian diputuskan agar mayat tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum Dusun Tembong, Desa Kertamandala, Kecamatan Panjalu. (R2/HR-Online)