Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Jelang pelaksanaan test CPNS di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tampaknya dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Oknum itu adalah calo CPNS yang mengaku bisa membantu meloloskan calon peserta menjadi PNS. Mereka mulai bergentayangan menemui para calon peserta.
Dari informasi yang dhimpun, adanya kabar calo CPNS yang sudah bergentayangan menemui para calon peserta kini menjadi perbincangan hangat di Pangandaran. Menurut informasi, calo itu mengaku sebagai pegawai BKN (Badan Kepegawaian Negara) dan menawarkan bisa membantu meloloskan peserta lulus test CPNS. Asalkan, peserta siap menyediakan uang pelicin yang besarnya mulai dari Rp. 150 juta sampai Rp. 300 juta.
“Harganya katanya beragam, mulai dari Rp. 150 juta sampai Rp. 300 juta. Bagaimana formasinya. Kalau salah satu formasi kuotanya sedikit, ya harganya mahal sampai Rp. 300 juta,” kata salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (04/10/2018).
Salah seorang calon peserta CPNS yang juga warga Kecamatan Parigi, D. Mutiara (22), merupakan salah satu yang menjadi target si calo. Dia mengatakan dirinya kedatangan orang yang mengaku-ngaku bekerja di BKN dan menawarkan bisa membantu meloloskan test CPNS.
“Orang itu bilang saya harus menyiapkan uang sebesar Rp.150 juta sampai Rp.300 juta. Karena formasi yang saya pilih kuotanya sedikit, sehingga harganya bisa berubah-ubah,” katanya, Kamis (04/10/2018).
Apabila dirinya bersedia, lanjut Mutiara, si calo meminta agar uangnya bisa diserahkan sebelum pelaksanaan test CPNS digelar. “Tapi saya waktu itu menolak, karena khawatir penipuan,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pangandaran, Mahmud, menegaskan, para peserta CPNS agar tidak mempercayai apabila ada orang yang menawarkan bisa meloloskan test CPNS, apalagi meminta sejumlah uang.
“Tes CPNS kali ini sulit untuk diakali dan dicurangi. Karena memakai sistem komputerisasi online yang menerapkan penilaian passing grade. Jadi, seorang peserta apakah mampu lolos passing grade atau tidak, bisa diketahui setelah test berakhir. Kalaupun lolos passing grade dan harus bersaing dengan peserta lain, sekarang tidak bisa diakali. Karena semua data nilai terhubung ke server pusat,” ungkapnya.
Dengan begitu, lanjut Mahmud, apabila ada orang yang menawarkan jasa bisa meloloskan test CPNS, itu dipastikan penipuan. “Lebih baik ikuti saja tahapannya sesuai ketentuan dan persiapkan diri agar mampu mengisi soal ujian dengan baik,” katanya.
Mahmud manandaskan, meski orang yang menawarkan jasa tersebut mengaku dari pegawai BKN sekalipun, jangan dipercaya. Karena pengisian soal ujian CPNS dengan menggunakan sistem komputerisasi online dan menerapkan penilaian passing grade, akan menyulitkan siapapun untuk berlaku curang.
“Mau oknum itu mengaku bekerja di BKN atau BKD jangan percaya. Saya pastikan itu penipuan. Apalagi seorang PNS di tingkat daerah tidak memiliki kewenangan untuk menentukan peserta lolos dan tidaknya dalam seleksi CPNS. Begitupun pegawai BKN. Karena hasil seleksi CPNS bergantung pada kemampuan si peserta saat mengikuti pelaksanaan test yang dilakukan secara online tersebut,” pungkasnya. (Ceng2/R2/HR-Online)