Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Sejak lama, sampah menjadi masalah serius yang belum bisa tertangani dengan baik. Pasalnya, penanganan limbah yang dihasilkan rumah tangga, pasar, tempat publik dan lainnya itu selalu saja menjadi persoalan di setiap daerah. Selain bisa menyebabkan banjir, lingkungan terkesan kumuh serta rentan penyakit, maka pengelolaan sampah dengan baik sangat diperlukan.
Melihat kondisi tersebut, BPD Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menginisiasi para pemuda di Dusun Sukamaju, Desa Mulyasari, untuk mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, yakni membuat kerajinan dari bahan-bahan sampah plastik.
Asep Deni Cahyadi, BPD Mulyasari, mengatakan, sampai saat ini penanganan sampah dan pengelolaannya masih menjadi persoalan. Di samping prilaku masyarakat yang masih tidak sadar dengan bahaya buang sampah sembarangan, juga pengelolaan sampahnya masih terbilang konvensional, yakni dibuang ke tempat sampah, bukan dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Berangkat dari hal itulah, pihaknya terketuk untuk mendampingi para pemuda di wilayahnya yang sudah menjalankan pemanfaatan sampah menjadi barang berharga, yaitu dengan mengolahnya menjadi sebuah kerajinan tangan.
“Kebetulan di sini ada pemuda-pemudi yang peduli dengan sampah, terutama jenis plastik. Kita tahu sendiri, sampah plastik susah hancurnya, makanya dengan adanya pelatihan ini kami sangat mendukung dan bisa menjadi contoh bagi para pemuda lain yang ada di Banjar,” tutur Asep, yang juga Ketua Satkoryon Banser Kecamatan Pataruman, saat ditemui Kora HR, usai pendampingan pemuda di Dusun Sukamaju, Minggu (07/10/2018).
Dia menambahkan, melalui kreativitas yang dimiliki pemuda saat ini, pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang sangat berharga dan sangat potensial. Apalagi di dunia yang serba mudah dengan adanya gadget, sehingga para pemuda bisa mencari referensi untuk membuat sampah bernilai ekonomis.
“Sebenarnya sederhana sekali, tinggal kita buka internet, cari video atau tulisan soal kerajinan dari sampah, di situ kita pasti akan tahu bagaimana memanfaatkan sampah. Soal hasil itu jelas sesuai kreativitas dan inovasi pemuda itu sendiri. Sekarang tinggal maunya saja, apakah pemuda itu mau memanfaatkan sesuatu yang ditinggalkan orang, atau mereka justru mengubah mindset masyarakat untuk lebih peduli lagi terhadap sampah, bahkan bisa menjadikan sampingan mendapatkan uang,” kata Asep.
Sementara itu, Rano Juanda, salah seorang pemuda pelopor pemanfaatan limbah plastik di Dusun Sukamaju, mengatakan, masih banyak masyarakat yang berpikir sampah itu tidak ada gunanya, hanya bisa dimasukkan ke tong sampah untuk dibuang. Padahal, sampah jenis plastik jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.
“Kita di sini buat kerajinan berbahan sampah plastik seperti bros, tempat pensil atau kerajinan lainnya, itu sesuai pesanan saja. Alhamdulillah bukan hanya warga sini saja yang pesan kerajinan ini, dari Banjar maupun dari luar seperti dari Jakarta dan daerah lainya suka pesan ke saya,” kata Rano.
Inspirasi pemanfaatan sampah di lingkungannya itu, kata Rano, sejak ia menderita penyakit tumor pembuluh darah. Ketika proses penyembuhan penyakitnya itu, ia memiliki ide untuk memiliki kegiatan yang menghasilkan akan tetapi tidak jauh dari rumah, alias masih bisa dikerjakan di rumah. Saat itulah terbesit untuk mengelola sampah menjadi sesuatu barang yang berharga.
“Proses belajar pengolahannya tentu butuh waktu. Tapi karena kita terus belajar dan melihat banyak referensi, lama kelamaan ya jadi terbiasa. Setelah itu baru kita ajak pemuda-pemudi di sini untuk bersama-sama tergerak dalam kerajinan ini. Kita hanya ingin masyarakat, khususnya pemuda peduli terhadap sampah,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)