PT. Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (01/10/2018), kembali membuka galeri investasi yang berlokasi di Universitas Galuh (Unigal).
Pembukaan galeri investasi itu semakin menegaskan posisi RELI sebagai perusahaan sektor keuangan yang memiliki komitmen tinggi memajukan literasi keuangan generasi milenial.
Direktur RELI, Sriwidjaja Rauf, menjelaskan, galeri investasi di Unigal, merupakan galeri investasi ke 21 yang dikelola oleh Reliance Sekuritas. Selain membuka galeri investasi, juga dilaksanakan seminar pasar modal yang dihadiri seluruh civitas akademika Unigal, terutama mahasiswa Fakultas Ekonomi semester V dan VII.
Kepala Pengembangan Wilayah BEI, Harry Prasetyo, yang menjadi salah satu pembicara seminar, menjelaskan berbagai perkembangan investasi. Juga manfaat yang dapat dinikmati oleh generasi milenial jika melakukan investasi sejak dini.
“Saya sendiri, dalam seminar pasar modal memberi pemahaman yang benar, bagaimana berinvestasi secara cerdas,” kata Sriwidjaja Rauf, dalam siaran pers, Kamis (04/10/2018).
Menurut Sriwidjaja, RELI fokus melakukan edukasi kepada mahasiswa. Karena mereka merupakan agen yang produktif untuk menularkan literasi keuangan yang sudah mereka pelajari. Selanjutnya disebarluaskan di lingkungan terdekat atau komunitasnya.
Bagi RELI, generasi milenial perlu terus mendapat dorongan untuk semakin paham berinvestasi agar jumlah investor di pasar modal semakin meningkat.
Apalagi, berinvestasi di pasar modal, memiliki keunikan tersendiri karena memiliki prinsip high risk high return. Nah, dengan memahami risiko, dibarengi strategi tepat, RELI mendorong agar para generasi milenial mampu meraih return maksimal dari pasar modal.
Investasi Saham Melalui Sriwijaya
Dalam seminar pasar modal tersebut, Sriwidjaja juga menyampaikan materi pentingnya berinvetasi sejak dini dan juga pandangan mengenai menabung saham sejak dini.
Seperti sekarang ini, untuk menabung saham tak perlu butuh dana besar, cukup Rp. 100.000 sudah bisa berinvestasi.
Sriwidjaja menjelaskan, para mahasiswa bisa ikut program Yuk Nabung saham di Reliance Sekuritas. Investasi dperlu agar bisa memenuhi keinginan, melawan inflasi. Kemudian membantu memenuhi kebutuhan. Juga supaya kekayaan aset meningkat. Tak kalah penting untuk mengantisipasi ketidakpastian masa depan nanti.
“Salah satu manfaat berinvestasi yakni untuk melawan kenaikan inflasi dan kenaikan harga-harga barang. Untuk itu, sejak dini, ubah pendapatan menjadi investasi, karena jangka panjang mampu melawan inflasi. Atau ketika ada uang lebih selalu sisihkan untuk investasi,” katanya.
Pilih Sriwijaya untuk Investasi Saham
Jika memiliki pendapatan lebih, Sriwijaya menyarankan agar selalu menyisihkan untuk investasi. Jangan biarkan semua pendapatan untuk membeli barang yang tidak produktif.
“Mahasiswa juga harus memahami prinsip dasar investasi. Antaralain dengan menggunakan dana lebih. Serta mencari informasi sebanyak mungkin sebelum mengambil keputusan, dan tidak menempatkan seluruh dana investasi pada satu jenis instrumen,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sriwidjaja berharap agar disiplin melakukan target investasi baik profit maupun cut loss. Sebagai investor pemula, mahasiswa juga harus waspada dengan iming-iming atau janji memberi imbal hasil tinggi dalam jangka pendek.
“Waspadai penawaran investasi dari perusahaan yang tidak jelas. Selalu cek atau riset bagaimana izin perusahaan investasi tersebut. Karena hanya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berhak mengeluarkan izin perusahaan investasi di Indonesia,” katanya. (Deni/R4/HR-Online)