Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dinas Kelautan, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran bekerjasama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan RI serta BBUG Jawa Barat menabur kerang laut yang terbilang sangat langka, yakni Abalone, jenis kerang termasuk dalam keluarga holitoidae, di Pantai Karapyak, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Senin (24/09/2018).
Diketahui, kerang yang satu ini masuk dalam kategori langka. Pasalnya, kerang yang dianggap makanan keberuntungan oleh China ini sangat sulit didapatkan. Bahkan, hidangan kerang Abalone ini dalam satu porsi ditarif minimal sampai Rp 1,5 juta.
Sekretaris Dinas Kelautan Pangandaran, Wawan, mengatakan, penaburan kerang langka ini dalam rangka melestarikan keberadaannya di laut Pangandaran dengan melibatkan UPTD Perikanan Air Payau dan Laut wilayah Selatan Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat serta stakeholder yang ada di Pangandaran.
“Kita tebarkan 4000 abalon di pantai ini karena sangat cocok untuk perkembangan abalon sendiri. Sementara penebaran jenis Udang Windu maupun ikan air tawar sudah kita lakukan hampir di seluruh wilayah yang ada di Pangandaran,” jelasnya kepada Koran HR.
Dari peneberan hewan-hewan ini, kata Wawan, jika sudah layak ditangkap boleh dimanfaatkan oleh masyarakat Pangandaran dengan harapan bisa menjaga kelestarian dan menjaga biota laut yang ada di Pantai Pangandaran.
“Jika kita jaga baik-baik, hasilnya pun buat kita bersama. Jadi, kita harapkan masyarakat yang ingin mengambil manfaat hasil laut dianjurkan mematuhi aturan yang berlaku, jangan sampai merusak laut dengan cara-cara yang dilarang oleh pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepla Desa Bagolo, Rachmat, mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas penebaran bibit kerang jenis abalon tersebut di Pantai Karapyak Pangandaran. Sebab, secara tidak langsung ke depannya akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama nelayan.
“Karena kerang ini sangat mahal harganya, sudah tentu ketika di sini berkembang biak dengan baik, saya yakin akan berdampak baik pula pada masyarakat. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terbantu dengan adanya ini,” katanya.
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jabar, Budiman, mengatakan, dirinya berharap masyarakat bisa menjaga habitat abalone agar bisa berkembang lebih banyak lagi. Dengan begitu, ke depannya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri.
“Untuk bisa dimanfaatkan, abalone ini harus menunggu waktu satu tahun. Jadi, setelah ini ditebar ketika ada yang menangkapnya harus dilepas lagi, tunggu waktu satu tahun dulu supaya bisa lebih banyak,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)