Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dikabarkan terserang penyakit jantung, seorang bobotoh (supporter Persib Bandung) bernama Rahmat (26) alias Komeng, warga Pangalengan Kabupaten Bandung, meninggal dunia saat mengikuti acara Ulang Tahun (Ultah) Viking Persib Club ke 25, di Lapangan Ketapang Doyong, Pantai Timur Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (01/09/2018) sekitar pukul 16.30 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, Rahmat yang masuk ke dalam kepanitiaan acara Ulang Tahun Viking Persib Club ke 25 di Pangandaran ini, dikabarkan mengeluh sakit saat mengikuti acara tersebut. Tak lama kemudian, Rahmat jatuh pingsan hingga akhirnya dilarikan ke Puskesmas Pangandaran.
“Saat dievakuasi ke puskesmas, Rahmat meninggal dunia di perjalanan,” kata Pembina Viking Persib Club, Yana Umar, saat memberikan keterangan di Polsek Pangandaran, Minggu (02/09/2018).
Yana mengaku dirinya tidak mengetahui pasti saat korban mengeluh sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Dirinya, kata dia, baru tahu ada kabar tersebut setelah mendapat pesan Whatsapp dari temannya. “Kabar pertama yang masuk ke saya bahwa Rahmat jatuh pingsan dan dilarikan ke puskesmas. Setelah sore harinya baru mendapat kabar meninggal dunia,”katanya.
Yana pun memastikan bahwa Rahmat meninggal akibat serangan jantung. Karena, menurutnya, sekitar setahun lalu Rahmat sempat dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Dan menurut keterangan dokter waktu itu, dia jatuh sakit hingga harus dirawat akibat terkena penyakit jantung.
“Kami pastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau tanda-tanda lainnya pada tubuh Almarhum. Meninggalnya murni akibat terserang penyakit jantung. Dan sebelumnya Rahmat sudah memiliki riwayat penyakit jantung. Jadi bukan terserang tiba-tiba,” ujarnya.
Menurut Yana, berdasarkan informasi dari rekan-rekan Viking, saat di lokasi acara Rahmat mengeluh tidak enak badan. Kemudian temannya menyarankan untuk makan dan istriahat. “Saat ditawari makan, Rahmat tidak mau makan. Temannya mengira Rahmat hanya sakit biasa dan tidak tahu memiliki riwayat penyakit jantung. Tak lama kemudian kondisi Rahmat semakin memburuk dan akhirnya jatuh pingsan,”terangnya.
Yana menambahkan, teman-temannya mengaku kaget ketika melihat kondisi Rahmat semakin kritis. Terlebih, ketika Rahmat menghembuskan nafas terakhirnya saat di perjalanan menuju puskesmas. “Semuanya kaget. Karena temannya yang menolong tidak ada yang tahu Rahmat memiliki riwayat penyakit jantung,” imbuhnya.
Yana mengungkapkan, semasa hidupnya, almarhum selalu aktif di kepungurusan Viking Persib Club. Bahkan, dia sudah akrab dengan pengurus Viking lainnya, karena sering hadir di setiap acara ataupun rapat. “Semua teman-teman di Viking tentu sangat kehilangan sosok Rahmat yang sangat loyal kepada organisasi. Semoga amal baik semasa hidupnya diterima Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara itu, panitia ulang tahun Viking Persib Club menggelar doa bersama di lokasi acara untuk mendoakan kepergian Rahmat. Sedangkan jenazah Rahmat langsung dibawa ke kampunng halamannya di Pangelangan, Kabupaten Bandung. (Ceng/R2/HR-Online)