Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Meski telah lama dibentuk, namun Komunitas Kendangers Yuda Sakti Kota Banjar belum banyak diketahui oleh masyarakat Banjar. Pasalnya, komunitas Kendangers Banjar yang didirikan sejak 1 Juni 2007 oleh Abud Jaenal Abudin, selama ini tidak eksis di Kota Banjar, tak seperti komunitas seni lainnya.
Meski lahir di Kota Banjar, namun mereka belum pernah tampil di kota sendiri, karena komunitas penabuh kendang Sunda ini selalu tampil di luar kota, baik di tingkat provinsi maupun nasional, bahkan internasional.
Kepiawaian para kendangers muda ini terlihat saat mereka menggelar latihan gabungan dengan grup musik etnik Ensamble dan kelompok Sanggar Seni Galih Pakuan di Lingkungan Banjarkolot, RT.4/14, Kelurahan/Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Senin (17/09/2018) malam.
Mereka tampak begitu semangat dan sangat apik dalam mengemas instrumen ritmis rampak kendang yang dikolaborasikan dengan alat musik gamelan Sunda.
Ketua sekaligus pendiri Komunitas Kendangers Banjar, Abud Jaenal Abudin, mengatakan, hingga saat ini komunitasnya sudah memiliki 127 anggota yang rata-rata merupakan para remaja atau kaum muda asli orang Banjar, ditambah dari Ciamis dan Cilacap, Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, kini kami sudah memiliki anggota sebanyak 127 orang. Tidak hanya orang Banjar saja yang gabung, dari Ciamis bahkan dari Cilacap, Jawa Tengah juga ikut bergabung dengan komunitas kami,” tuturnya, kepada Koran HR, saat ditemui disela-sela latihan.
Abud mengakui bahwa komunitas yang dipimpinnya ini jarang tampil di Kota Banjar, namun lebih sering tampil di luar kota. Diantaranya pernah tampil sebanyak lima kali dalam kegiatan serah terima Kapolda Jabar, Libanon (2010), HUT TNI di Mabes TNI (2008).
Kemudian, tampil di acara Inbox SCTV sebanyak empat kali (Bandung, 2011), di Jakarta dua kali tampil (tahun 2012), dan di Tasikmalaya (2013), HUT Provinsi Jayapura, Papua (2015), Festival Tangkuban Perahu, Bandung (2014), serta event-event tingkat nasional lainnya.
“Memang kami belum pernah tampil di Banjar. Dan Alhamdulillah kami bisa tampil di Taman Kota Banjar dalam event yang digelar salah satu instansi Pemprov Jabar, dan itu merupakan kali pertama kami tampil di Banjar,” terang pria yang juga prajurit TNI Batalyon Inf 323 Raider/Buaya Putih ini.
Sementara itu, salah satu sesepuh seniman Kota Banjar, sekaligus pimpinan kelompok Sanggar Seni Galih Pakuan, Abah Asep Safa’at, mengatakan, dengan hadirnya komunitas kendangers ini merupakan sebuah gebrakan di Kota Banjar. Ditambah para pelakunya yang masih remaja, sehingga jenjang ke depan masih panjang.
“Kami akan selalu berkolaborasi menjalankan beberapa program positif, guna menjaga eksistensi kendang dalam kehidupan kesenian skala kota, provinsi, nasional, atau bahkan internasional,” kata Asep Safa’at.
Senada dikatakan pelatih grup musik progresif etnik, Ensamble Technique, Indra Hermansyah. Dirinya mengaku senang bisa kolaborasi dengan Komunitas Kendangers dalam berkesenian. Ia juga merasa bangga karena ternyata komunitas tersebut telah mengharumkan nama Kota Banjar hingga internasional.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk bisa berkolaborasi dengan Komunitas Kendangers. Setidaknya kami bisa mengikuti jejak positif komunitas tersebut untuk bisa tampil di ajang nasional, bahkan hingga ke tingkat internasional,” ucap Indra. (Hermanto/Koran HR)