Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dam Parit Burujul yang berada di Dusun Lamping, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, dinilai sia-sia tak berguna alias mubazir. Ironis, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir lima tahun lamanya.
Kaur Ekbang Desa Bangbayang, Nana Sobana, ketika ditemui Koran HR, Senin (27/08/2018), mengungkapkan, Dam bantuan dari Dinas Pertanian Ciamis tersebut dibangun lima tahun silam.
“Sejak dibangun hingga sekarang, Dam itu tidak berfungsi menampung air. Jangankan di musim kemarau, di musim penghujan saja tidak,” katanya.
Menurut Nana, Dam Parit merupakan teknologi sederhana yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah, berguna untuk mengumpulkan atau menggangu aliran air ke dalam parit, sehingga dapat mengairi tanah sekitarnya. Dam Parit juga dapat memperlambat aliran, erosi dan sedimentasi.
“Tapi sayang, Dam Parit Burujul justru kini ditumbuhi rerumputan liar,” katanya.
Kepala Desa Bangbayang, Kiswandi, ketika ditemui Koran HR di ruang kerjanya, Senin (27/08/2018), tidak menyangkal keberadaan Dam Parit Burujul yang tidak berfungsi alias mubazir tersebut.
Menurut Kiswandi, Dam Parit sebenarnya memiliki beberapa keunggulan, diantaranya dapat menampung air dalam volume besar, bisa mengairi lahan cukup luas, menurunkan kecepatan aliran permukaan dan berfungsi menyimpan air ke dalam tanah.
“Intinya, Dam Parit dibuat untuk menampung air saat hujan, dan mencukupi kebutuhan air pertanian di saat kemarau. Harusnya, Dam Parit dapat mengurangi resiko kekeringan pada musim kemarau,” katanya.
Terkait keberadaan Dam Parit Burujul, Kiswandi mengakui, jangankan untuk menampung air di musim kemarau, di musim penghujan saja tidak bisa. Untuk itu, Dam Parit Burujul perlu direlokasi.
“Dam Parit Burujul akan berfungsi dengan baik apabila letaknya memperhatikan kemudahan dalam membendung dan mendistribusikan air serta kondisi tanah untuk pondasi,” katanya. (Dji/Koran HR)