Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Diduga akibat puntung rokok, lahan perkebunan milik warga di dusun Muktiasih, Blok Parowelan, desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu siang (23/09/2018) terbakar.
Lahan kebun milik warga itu dipenuhi sejumlah pohon jati, alba dan mahoni, namun api melalap ilalang kering yang ada, dan pemicunya diduga dari puntung rokok yang dibuang sembarangan masih menyala.
Kebakaran lahan perkebunan warga itu menurut keterangan Endin, petugas BPBD Kota Banjar terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, dan telah menghanguskan sekitar 3 hektar, hingga pihaknya menurunkan 2 unit mobil pemadam kebakaran.
“Pemadaman kami lakukan bersama warga yang membantu agar api tidak semakin meluas melalap ilalang kering terhampar dikebun,” jelas Endin kepada HR Online, Minggu (23/09/2018).
Lokasi kebun yang terbakar, menurut Endin, berada pada tempat yang cukupm curam, hal itu cukup menyulitkan petugas dan warga saat berusaha memadamkan api.
“Lokasi curam, ilalang dan daun kering sangat banyak, itu sangat menyulitkan petugas dan warga, luasan lahan juga membuat kami sedikit kewalahan memadamkan api dengan cepat,” ujarnya.
Warga membantu petugas memadamkan api dengan cara mengibaskan ranting, hal itu juga bertujuan agar mengisolir api tidak semakin merembet semakin meluas melalap perkebunan warga lainnya.
Api barus bisa berhasil dipadamkan setelah tiga jam petugas dan warga berjibaku. Akibat kebakaran lahan perkebunan tersebut, kerugian pemilik ditaksir hingga puluhan juta rupiah.
Sebelumnya, kebakaran serupa terjadi, kebun jati seluas 3 hektar di dusun Priagung, blok Cijati Rt 9/4, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis siang (13/09/2018), sekitar pukul 13.00 WIB hangus terbakar.
Dalam sebulan terakhir, kebun dan lahan di Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, telah mengalami dua kali kebakaran lahan. Mengingat hal itu, pihak BPBD menghimbau warga untuk lebih berhati-hati saat beraktifitas di kebun terutama dimusim kemarau.
Pihak BPBD meminta warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tidak sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala ke semak belukar atau daun kering, karena itu sering kali menjadi faktor pemicu kebakaran dimusim kemarau.
Kebakaran lahan perkebunan sangat beresiko tinggi, apabila api merembet dan meluas hingga memasuki areal permukiman warga. Selain itu, asap dari kebakaran bisa menimbulkan penyakir Ispa terhadap manusia. (Hermanto/R1/HR-Online)