Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Lagi, seorang anak pejabat Pemkot Banjar menjadi korban penjambretan. Setelah Shanda Puti Denata (23) menjadi korban penjambretan di Cikapayang, Pasteur, Bandung hingga meninggal dunia, kini giliran Citra Dewi Natalia (32), warga Perum Balokang, Blok C, Kota Banjar, menjadi korban penjambretan. Namun beruntung, Citra selamat dan tidak mengalami luka-luka sedikit pun.
Citra dijambret di jalan Cibeunteur, Dusun Cibeunteur, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, pada Minggu (02/09/2018), sekitar pukul 19.10 WIB, sepulang mengantarkan suaminya ke Stasiun Kereta Api Banjar.
Menurut pengakuan korban, pada saat di perjalanan pulang dengan mengendarai sepada motor, ia sudah curiga karena ada seseorang yang terus mengikutinya dari belakang. Pelaku mengikuti korban dari SMAN 1 Banjar hingga jalan Cibeunteur.
Ketika memasuki jalan Cibeunteur yang cukup gelap, korban menerima telepon dari suaminya. Pada saat itulah pelaku dari belakang tancap gas dan langsung merampas handphone merk Oppo terbaru milik korban.
“Saat terjadi penjambretan, saya langsung berteriak dan meminta tolong. Kemudian, saya dan warga berusaha mengejar pelaku, tapi pelaku berhasil kabur,” ungkap Citra, kepada Koran HR, Selasa (04/09/2018).
Menurut Citra, ciri-ciri pelaku bertubuh kecil, usia kira-kira 18-20 tahun, menggunakan sepeda motor bebek Honda Revo “purutul” dengan knalpot racing, lampu belakang kecil warna pink.
Pelaku melarikan diri ke arah wilayah Karangpucung, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun korban mengalami kerugian materi hingga mencapai Rp 7 juta.
Sementara itu, Budi (35), warga Cibeunteur, mengatakan, di jalan tersebut memang rawan kejahatan. Bahkan, satu bulan yang lalu, di tempat yang sama juga terjadi perampasan sepeda motor. “Waktu itu saya pun ikut mengkejar pelakunya. Memang di jalan Cibeunteur ini rawan aksi kejahatan, terutama penjambretan,” ungkap Budi.
Hal yang sama dikatakan Hasan (52), warga Cibeunteur lainnya, bahwa di sepanjang jalan Cibeunteur ini kondisinya gelap karena tidak adanya lampu Penerang Jalan Umum (PJU). “Warga di sini sebetulnya sudah berulang kali meminta bantuan lampu penerangan jalan ke instansi terkait, namun hingga kini belum juga terealisasi,” katanya.
Ia bersama warga pun berharap kepada Pemkot Banjar, agar di jalan tersebut dipasang lampu penerangan jalan, untuk meminimalisir, bahkan mencegah aksi-aksi kejahatan. Kini kasus penjambretan tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polsek Banjar. (Hermanto/Koran HR)