Senin, April 7, 2025
BerandaBerita PangandaranKisah Ronggeng Gunung Pangandaran Pentas di Hadapan Lodaya Siliwangi

Kisah Ronggeng Gunung Pangandaran Pentas di Hadapan Lodaya Siliwangi

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kesenian tarian ronggeng gunung merupakan seni tradisional khas Kabupaten Pangandaran. Kesenian yang sangat disukai masyarakat tersebut ternyata zaman dahulu pernah dipentaskan dihadapan Lodaya atau Maung Siliwangi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pementasan tarian ronggeng di hadapan Lodaya tersebut pernah dilakukan oleh rombongan asal warga Dusun Ciparakan, Desa Tunggilis, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran sekitar tahun 1930. Pimpinan ronggeng tersebut diketahui bernama Indung Beunti.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Aceng Hasim, bahwa tarian ronggeng gunung memiliki pakem tersendiri atau aturan yang harus dipatuhi. Seperti halnya jangan menghibur atau melakukan pagelaran di luar daerah Kerajaan Galuh.

Namun, kata Aceng, ronggeng Indung Beunti itu justru diundang oleh Lodaya ke daerah Sukapura yang lokasinya di daerah Kawasen Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, dengan iming-iming akan disediakan sesaji berupa tiga kepala kerbau.

“Sejak pagi hingga sore hari memang pagelaran tersebut berjalan dengan lancar, dan yang ikut menari berwujud manusia. Namun pada malam harinya justru yang ikut menari adalah Lodaya yang ciri-cirinya berwujud badan manusia yang mana tidak punya hidung dan di bokongnya terdapat ekor,” jelas Aceng.

Dalam pagelaran yang berlangsung hingga subuh itu, rombongan ronggeng konon tidak langsung dibayar oleh pengundang. Namun saat pulang, rombongan tersebut diantar oleh 3 Lodaya dan akan dibayar dengan syarat selama perjalanan tidak boleh menengok ke belakang.

“Pada saat sampai daerah Gontelang, Desa Panyutran, Kecamatan Padaherang, rombongan baru sadar bahwa meraka telah sampai di wilayah Kerajaan Tatar Galuh. Tidak lama kemudian tiga lodaya tersebut langsung memberikan sejumlah uang berbentuk kertas sebagaimana yang dijanjikan. Setelah diberikan, tiba-tiba 3 lodaya etrsebut langsung menghilang,” tuturnya.

Sayangnya, sambung Aceng, uang yang diberikan Lodaya tersebut saat dihitung tiba-tiba menjadi daun. Sontak saja Indung Beunti merasa kesal serta kecewa, dan seketika itu rombongan melepaskan semua peralatan ronggeng dan menguburkannya di lokasi tersebut.

“Sejak saat itulah Indung Beunti bersumpah anak cucu dan keturunannya jangan sampai ada yang menjadi penari ronggeng. Pasca itu, ronggeng pun mengalami krisis generasi hingga akhirnya muncul generasi baru yang datang di luar keturunan Indung Beunti, yakni Ki Maja Kabun.

“Dari generasi Ki Maja Kabun, diajarkan gerakan ronggeng gunung kepada dua penari perempuan, yakni Indung Raspi yang saat ini berada di Banjarsari dan Bi Penyoh,” pungkas Aceng. (Ceng2/R6/HR-Online)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...