Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sebuah jembatan gantung yang berada di atas Sungai Cigugur yang menghubungkan Desa Pagerbumi dan Desa Cigugur kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, jembatan yang terkenal dengan sebutan Jembatan Bunar Pangandaran tersebut kondisinya sudah lapuk.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan tersebut berada di Dusun Tegal lega, Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran dibangun pada tahun 2005 melalui program PPK. Sementara itu, jembatan terakhir direhab pada tahun 2016. Meski baru satu tahun, namun ini kondisinya mengkhawatirkan.
Sementara itu, panjang jembatan tersebut sekitar 48 meter dengan lebar 1,8 meter, dan ketebalan papan yang dipasang sekitar 14 sampai 20 centimeter.
Kepala Desa Pagerbumi, Wahyudin, mengatakan, jembatan bunar Pangandaran merupakan salah satu jembatan penghubung antar dua desa yang sangat penting keberadaannya, terutama sebagai penunjang perputaran roda ekonomi masyarakat sekitar.
“Karena kondisinya seperti ini, sebagian warga enggan melintasinya karena takut ambruk. Kita sudah melakukan upaya pengajuan proposal ke Pemkab Pangandaran, namun belum juga ada tanggapan,” ujarnya.
Camat Cigugur, Erik Krisnayudha, mengatakan, kondisi jembatan yang memprihatinkan tersebut membuat warga harus memutar arah sekitar 10 kilometer melalui jembatan lain. Sehingga, keberadaan tersebut ketika diperbaiki sangat membantu masyarakat setempat dari dua desa tersebut.
“Kita harap jembatan tersebut dibangun secara permanen. Namun karena waktunya lama, maka kita harap bisa memperbaiki secepatnya,” kata Erik saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (18/09/2018).
Ujang Totong, warga setempat, juga berharap Pemkab Pangandaran bisa memperbaiki jembatan penghubung yang sangat vital itu bagi masyarakat. Jika dibiarkan begitu saja, maka masyarakat semakin lambat roda perekonomiannya.
“Jika jembatan diperbaiki, maka akses perekomomian warga dari dua desa tersebut bisa berjalan normal. Syukur-syukur jembatannya bisa dibangun permanen,” pungkasnya. (Ntang/Ceng/Koran HR)