Berita Banjar, (harapanrakyat.com), Terkait adanya perusahaan pemasok komoditi yang baru dan sudah menjalin MoU dengan sejumlah E-Warong, atau agen BNI dalam menjalankan penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dibenarkan oleh Kepala BNI Cabang Kota Banjar, Ichlas Rusnanto, bahwa perusahaan di luar Bulog itu sudah melalui assesment atau penilaian pihaknya.
“Posisi BNI di sini sebagai bagian dari pemerintah dalam mensukseskan program BPNT. Maka, adanya perusahaan pemasok baru itu pun sudah diassesment atau melalui penilaian kami,” katanya, saat dikonfirmasi Koran HR, di ruang kerjanya, Senin (27/08/2018).
Lebih lanjut Ichlas menjelaskan, pihaknya pun telah menginformasikan kepada agen penyalur akan kesiapan perusahaan lain untuk menyuplai komoditi BPNT. Dalam hal ini, agen penyalur sendiri yang menentukan atau memilih akan bekerjasama dengan Bulog atau dengan perusahaan pemasok baru.
Namun yang jelas, adanya pemasok di luar Bulog itu tidak menyalahi secara ketentuan. Untuk penyaluran bulan Agustus ini pun sudah berjalan, yang mana komoditinya disuplai oleh dua perusahaan.
Pihak BNI sendiri terus memantau perkembangan program BPNT sebagaimana tugas dan tanggungjawabnya. Hal itu tak lepas dalam mendorong percepatan penyerapan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui penyaluran berbasis transaksi non tunai pada E-Warong sebagai tempat pengambilan distribusi BPNT.
“Termasuk kami juga berhak memantau eksistensi dan perkembangan kapabilitas perusahaan pemasok yang baru. Seperti halnya Bulog, perusahaan pemasok baru juga harus bisa mengirim komoditi yang baik dan tidak mengecewakan KPM,” terang Ichlas.
Sedangkan untuk hal lainnya, pihak BNI pun memastikan alokasi dana BPNT dari Kemensos RI masuk ke rekening setiap KPM, kemudian mencairkan atau membayarkannya kepada perusahaan pemasok atas PO barang yang telah dikirimkannya.
“Intinya, kami wajib mengamankan program pemerintah ini. Mengenai siapa yang men-deal-kan perusahaan pemasok BPNT, itu hak agen penyalur yang menentukan atau memilihnya. BNI tidak bersinggungan langsung dengan perusahaan pemasok. Lebih intensnya perusahaan pemasok itu hubungannya dengan Dinsos,” ujar Ichlas.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Koran HR belum bisa mengkonfirmasi pihak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar.
Bulog Siap Bersaing Secara Sehat
Sementara itu sebelumnya, Perum Bulog Sub Divre Ciamis, menyatakan siap bersaing secara sehat dengan perusahaan lain yang ingin menjadi penyuplai beras dan telur pada program BPNT.
Hal itu disampaikan pihak Bulog Sub Divre Ciamis, menyusul adanya kesepakatan antara sejumlah agen penyalur program BPNT dengan perusahaan (swasta) baru, yang ingin menyuplai beras dan telur ke agen panyalur atau E-Warong.
Wakil Kepala Bulog Sub Divre Ciamis, Yeti Hadiwiyati, ketika ditemui Koran HR, usai acara penandatanganan MoU dengan agen penyalur BPNT di Kota Banjar, Kamis (23/08/2018) lalu, membenarkan hal tersebut.
“Kita (Bulog) kan sekarang komersil, sesama pemasok dan penjual ya bersaing saja. Nanti biar agen penyalur BPNT yang memilih, mereka nyamannya dengan siapa, Bulog atau yang lain,” katanya.
Yeti menegaskan, pihaknya tidak ingin memonopoli ataupun menghalangi agen penyalur BPNT dalam mendapatkan pasokan beras dan telur. Bulog juga tidak akan melarang jika ada agen penyalur BPNT yang lebih memilih perusahaan atau pemasok lain ketimbang Bulog.
“Untuk mendapatkan pasokan beras dan telur kan bebas, agen penyalur tidak harus terikat hanya dengan Bulog. Soal mendapatkan pasokan terserah agen saja,” ujar Yeti.
Namun demikian, pihaknya berharap agen penyalur BPNT yang selama ini sudah menjalin kemitraan dengan Bulog bisa terus intens dalam menjalin komunikasi. Bulog pun sangat terbuka jika agen penyalur ingin memberikan saran dan masukan. (Nanks/Koran HR)