Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Muhammad Sobur Ridwani alias Obung warga Dusun Barengkong RT 07/RW 12, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini jadi perbincangan warga setempat. Hal itu setelah dirinya berhasil menaklukan ular king kobra betina dengan panjang 4 meter dan berat 6 kilogram hanya dengan tangan kosong.
Aksi Obung ini terbilang berani dan tidak semua orang bisa melakukannya. Hanya dalam waktu 30 menit, ular kobra yang ditemukan di Dusun Haurseah, Blok Taal, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, pada Kamis (30/08/2018) lalu, berhasil dilumpuhkan.
Namun, ular itu tidak dia bunuh, tetapi hanya diambil racunnya saja. Setelah dilumpuhkan dan racunnya diambil, ular ganas yang bisa melukai manusia itu langsung dilepas kembali.
Saat ditemui Jum’at (31/08/2018), Obung mengatakan, dirinya sengaja tidak membunuh ular tersebut. Menurutnya, yang berbahaya dari ular berbisa ketika masih memiliki racun. Ketika racunnya sudah diambil, ular itu tidak lagi berbahaya. “Jadi, kalau bisa diambil racunnya, kenapa harus dibunuh. Kita juga harus menjaga habitat ular agar tidak punah,”ujarnya.
Obung menjelaskan, saat dirinya menangkap ular di Dusun Haurseah, Blok Taal, Desa Cijulang, sebenarnya ada dua ekor. Satu ular kobra jantan sepanjang 3 meter dan ular betina sepanjang 4 meter. “Namun, saat penangkapan kemarin, terlalu banyak orang. Akibatnya, ular jantan lolos dari kejaran dan hanya ular betina yang berhasil ditangkap,” terangnya.
Di daerah Haurseah, kata Obung, memang banyak ular king kobra berukuran besar yang sangat berbahaya dan sulit ditangkap. “Mungkin hanya orang yang memiliki keahlian yang bisa menangkap ular tersebut. Selain ukurannya besar-besar, juga ular itu cepat menghilang ketika akan ditangkap,” katanya.
Menurut Obung, meski ular betina yang ditakluknya kembali dilepas, namun tidak akan berbahaya mengancam warga. Karena ketika racunnya sudah diambil, ular itu tidak lagi buas. “Ular kobra memang berbahaya. Tapi masih bisa ditaklukan tanpa harus dibunuh. Tetapi, saat ular dilepas, sengaja tidak didepan warga. Hal itu agar warga tidak ketakutan,” pungkasnya. (Ceng2/R2/HR-Online)