Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Akar pohon pada umumnya hanya dijadikan sampah atau dianggap barang tak layak pakai sehingga dibiarkan begitu saja. Namun di tangan orang yang kreatif dan berjiwa seni, seperti Oman dan kawan-kawan, warga Dusun Rawa 1, Desa Rawa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, bongkahan akar disulap menjadi elemen ruangan yang menarik bak harta karun.
Ketika ditemui Koran HR di kediamannya, Senin (03/09/2018), Oman membenarkan, dengan sentuhan dekorasi seni, akar pohon dapat difungsikan sebagai penghias ruangan. Menurut dia, selain materialnya kokoh rambatannya pun cukup estetis, sehinggga apabila diolahnya bisa menjadi produk berkualitas dan unik.
“Memanfaatkan akar menjadi elemen ruangan, sesuatu hal yang bisa menjadi inspirasi. Dengan bentuk yang dimilikinya, menciptakan nilai jual yang tinggi,” kata Oman.
Lebih lanjut, Oman menjelaskan, bentuk dari akar pohon dapat diolah atau dikreasikan menjadi meja, kursi ataupun etalase penyimpanan aksesori penghias ruang. Namun begitu, pembuatannya membutuhkan keterampilan seni.
“Sebisa mungkin bentuk yang diciptakan mampu menonjolkan keunikan,” katanya.
Senada dengan itu, Ade Saepudin, mengatakan, pada umumnya setiap akar kayu memiliki serat yang padat, sehingga dapat dibentuk sedemikian rupa. Menariknya, akar kayu dapat dibentuk menjadi susunan kursi dan meja yang menawan.
“Semua itu hanya bisa dikerjakan oleh orang dengan keterampilan khusus,” katanya.
Menurut Ade, menyulap bongkahan akar kayu menjadi elemen ruangan yang menarik, berawalnya dari hoby yang dilakukannya bersama teman-teman. Namun, setelah hampir lima tahun berjalan banyak pemesan berdatangan.
“Karena banyaknya pemesan, hobi ini kemudian dikembangkan menjadi usaha bersama. Hanya saja, untuk mengembangkannya masih terkendala dengan biaya,” katanya.
Sementara itu, Ujang Didi, membenarkan bahwa menyulap bongkahan akar kayu membutuhkan keterampilan khusus. Bagi yang memiliki jiwa seni, akar kayu yang memiliki karakter, bentuk dan struktur akar urat berpotensi untuk memperkaya olahan estetis yang dapat ditempatkan sebagai pelengkap ruangan.
“Sehingga tidak sembarangan dalam mengolahnya,” kata Ujang.
Akan tetapi, Ujang menegaskan, harus jeli membaca dan melihat kayu tersebut. Untuk menghasilkan bentuk yang unik, pengerjaannya harus mengikuti karakter akar juga urat kayunya. Kalau guratan akarnya menyerupai mangkuk, maka bentuknya dapat diolah menjadi kursi atau meja.
“Untuk yang menyukai seni, bongkahan akar menjadi buruan layaknya harta karun,” katanya. (Dji/Koran HR)