Kamis, April 3, 2025
BerandaArtikelTradisi Membaca Kitab Kacijulangan di Pangandaran Kini Hampir Terlupakan

Tradisi Membaca Kitab Kacijulangan di Pangandaran Kini Hampir Terlupakan

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kitab Kacijulangan merupakan rangkaian sejarah masyarakat seputar Cijulang, dan membaca kitab tersebut menjadi salah satu tradisi yang harus dipertahankan oleh masyarakat Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Tradisi membaca Kitab Kacijulangan atau biasa disebut Purwaning Jagat, biasanya dibacakan satu tahun sekali, yakni pada bulan Muharam oleh masyarakat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini tradisi tersebut hampir terlupakan, lantaran para kasepuhan yang biasa menggelar tradisi membaca Kitab Kacijulangan banyak yang sudah tutup usia.

Ketua Lembaga Adat Kabupaten Pangandaran, Erik Krisna Yudha Astrawijaya Saputra, Senin (13/08/2018), menjelaskan, isi naskah yang tertulis dalam Kitab Kacijulangan sebanyak 23 halaman itu selain tertera rangkaian sejarah para pendahulu masyarakat seputar Cijulang, juga ada beberapa uga atau pribahasa yang dijadikan dasar pada kehidupan masyarakat, atau sebagai Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) sebuah wilayah.

Erik juga mengatakan, bahwa keberadaan Kitab Kacijulangan yang asli hingga kini belum ditemukan. Namun, berdasarkan informasi salinan kitab tersebut ada di Perpustakaan Nasional.

“Kitab Kacijulangan aslinya bukan ditulis di atas kertas. Menurut beberapa kasepuhan ada yang menyebut terbuat dari kulit kelopak pohon, tapi ada juga yang menyebutkan dari kulit hewan,” katanya, kepada HR Online.

Lebih lanjut Erik menjelaskan, Kitab Kacijulangan ditulis dengan huruf Arab Pagon dalam bahasa Jawa. Adapun isi sejarah yang tertulis diantaranya sejarah geude (sejarah besar), sejarah leutik (sejarah kecil), dan sejarah kenabian.

Selain itu, dalam isi kitab itu juga tertulis hantiga yang memaparkan ilmu hakikat jati diri manusia. Dengan begitu maka Kitab Kacijulangan biasa disebut sebagai Rangkaian Purwaning Jagat.

“Karena Kitab Kacijulangan dinilai sakral sehingga pembacanya pun harus oleh orang yang memiliki tingkat ketasawufan dan tauhidnya sudah kokoh. Dulu biasanya dibacakan oleh Agan Didi. Setalah pupus kemudian diwariskan kepada Abah Sajib, dan selanjutnya diwariskan ke Kuwu Kanta. Lamanya pembacaan Kitab Kacijulangan dari awal hingga akhir biasanya berdurasi 2 jam 30 menit,” jelas Erik.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, bahwa setelah ada yang menyalin ke dalam kertas, Kitab Kacijulangan kemudian disalin lagi ke tulisan laten oleh Prof Edi S Ekadjati, dan saat ini naskah salinan tulisan laten tersebut ada di Perpustakaan Nasional.

Namun, salinan laten dari kitab tersebut tidak diperbolehkan untuk dipinjam maupun difotocopy lantaran sudah masuk sebagai arsip nasional. Jadi hanya boleh bisa dibaca di Perpustakaan Nasional.

Sedangkan, naskah Kitab Kacijulangan yang saat ini ada di sejumlah budayawan adalah naskah tulisan Arab Pagon, itu pun belum ada yang mampu menerjemahkan ke dalam bahasa daerah atau bahasa nasional. (Ceng2/R3/HR-Online)

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

Tanah Milik Pemkab Ciamis di Desa Bangbayang Terlantar, Warga Inisiatif Bersihkan

harapanrakyat.com,- Tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis yang terletak di Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Jawa Barat, terlihat tidak terawat. Rerumputan dan ilalang tumbuh liar,...
Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

Longsor Tutup Jalan Desa di Langkaplancar Pangandaran

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang terjadi pada Rabu (2/4/2025) sore hingga malam hari mengakibatkan longsor di beberapa titik di Dusun Cigorowek, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar,...
Jalur selatan Garut padat sejak pagi

Jalur Selatan Garut Padat Sejak Pagi, Arus Wisata dan Arus Balik Mendominasi

harapanrakyat.com,- Jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali padat oleh kendaraan sejak pagi, Kamis (3/4/2025). Kendaraan yang mengarah ke arus wisata dan sebagian arus balik...
anak disabilitas tertinggal di Sumedang

Orang Tuanya Panik Kejar Tas dalam Bus, Anak Disabilitas Tertinggal di Sumedang

harapanrakyat.com,- Seorang anak perempuan penyandang disabilitas bernama Alula Wafa Salsabila (8) tertinggal orang tuanya usai turun dari bus angkutan balik lebaran di Bundaran Binokasih,...
Wisatawan asal Bandung yang hilang di Pantai Pangandaran ditemukan meninggal dunia

Wisatawan Asal Bandung yang Hilang di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal

harapanrakyat.com - Wisatawan asal Bandung yang hilang di pos 4 Pantai Barat Pangandaran bernama Suhendar, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Kamis (3/4/2025). Tim...
Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...