Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-Dalam mempersiapkan para guru madrasah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang mana semua hal serba digilat, Kemenag Pangandaran melalui Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MTs Kabupate Pangandaran menggelar pelatihan pengembangan inovasi guru. Kegiatan yang berlangsung di ruang UNBK MTsN 1 Pangandaran tersebut bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (ISMAPI) Jawa Barat, belum lama ini.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Ahmad Buhaeti, mengatakan, para guru madrasah saat ini sangat perlu dibekali dengan keahlian ilmu teknologi, apalagi Pangandaran yang dikenal sebagai daerah wisata sudah tentu perkembangan informasi sangat cepat, terlebih menuju Pangandaran Hebat.
“Kemenag Pangandaran telah berusia 3 tahun. Saya sebagai Kepala Seksi pertama di Kantor Kemenag Pangandaran ingin terus meningkatkan kemampuan guru Madrasah dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 di daerah pariwisata. Maka dari itu, kita bekerjasama dengan perguruan tinggi dan rekan-rekan ISMAPI Jawa Barat dengan menggelar pelatihan pengembangan inovasi guru dalam pembelajaran sistem Ingenio ini,” jelasnya kepada Koran HR.
Setelah kegiatan tersebut sukses digelar, lanjut Ahmad, ke depan pihaknya ingin terus membangun komunikasi dengan perguruan tinggi yang sejalan dengan dunia nyata.
“Atas nama pimpinan Kepala Kantor Kemenag, kami mengucapkan terimakasih kepada ISMAPI dan MGMP MTs. Ke depan Gagasan MGMP MTs ini akan kita tingkatkan semoga pelatihan ini bisa mewujudkan 5 budaya kerja Kementerian Agama. Di antara 5 kerja budaya tersebut adalah inovasi. Selain akronim Madrasah hebat bermartabat, juga harus terwujud salah satu ikhtiarnya dengan menciptakan guru madrasah yang hebat dan selaras dengan perkembangan era revolusi industri 4.0 yang serba digital ini,” pungkas Ahmad Buhaeti.
Sementara itu, Ketua MGMP MTs Pangandaran, Hasan Muti mengatakan, pelatihan yang diikuti 36 orang guru ini berasal dari guru jenjang MI, MTs, dan MA se Kabupaten Pangandaran. Tujuannya, kata ia, agar para guru dapat memahami perubahan ke era digitalisasi. Selain itu, upaya untuk meningkatkan kualifikasi bagi guru-guru agar dalam kegiatan sehari-hari mampu meningkatkan proses pembelajaran di madrasah.
“Kegiatan ini kerjasama dengan ISMAPI Jawa Barat dan pembiayaan kegiatan ini murni inisiatif dari guru-guru, tidak menggunakan anggaran dari sekolah ataupun dari MGMP,” pungkas Hasan Muti.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran HR, pemateri pelatihan ini disampaikan oleh Dr. Djaza Achmad Sardjana, S.T, MM selaku pengurus Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (ISMAPI) dan Pengelola Ingenio. (Mad/Koran-HR)