Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Cuaca buruk yang terjadi akhir-akhir ini berdampak buruk bagi para nelayan di Kabupaten Pangandaran. Kondisi yang melanda di sepanjang garis Pantai Pangandaran ini membuat hasil tangkap ikan nelayan mengalami penurunan dari biasanya.
Usman, salah satu nelayan asal Bojongsalawe Parigi, mengatakan, hasil tangkapan ikan selama dua minggu terakhir ini mengalami penurunan. Hal itu disebabkan cuaca buruk yang melanda di sepanjang garis Pantai Pangandaran.
“Sudah lebih dari 2 minggu penghasilan kami menurun derastis. Apalagi waktu rob kemarin, gelombang kan lagi tinggi dan kita tidak berani melaut,” katanya kepada Koran HR, Minggu (29/07/2018).
Karena hasil tangkapan ikan yang menurun, lanjut Usman, ikan jenis kembung, layur, tenggiri serta lainnya kini semakin jarang dijual di tempat pelelangan ikan. Selain itu, menurunnya hasil tangkapan ikan ini berdampak pada harga ikan di pasaran.
“Kalau hasil tangkapan ikan melimpah, otomatis harga menurun, begitu juga sebaliknya. Semoga saja cuaca kembali normal agar kita bisa melaut dan hasilnya normal lagi,” pungkasnya.
Ditemui terpisah, Dedih, salah seorang pengusaha rumah makan, menuturkan, bahwa ikan yang dijualnya dalam keadaan sudah matang untuk ukuran 1 kilogram biasanya di angka Rp. 80 ribu. Namun saat ini karena pasokan ikan langka dan harganya melambung, ia terpaksa menaikkan harga jual ikan hingga Rp. 100 ribu.
“Ya mau bagaimana lagi, pasokan ikannya sedikit dan harganya pun naik. Biasanya saya jual banyak jenis ikan yang sudah masak, tapi sekarang hanya beberapa saja,” tuturnya. (Ceng/Koran HR)